Wisata Panjalu : Situs Budaya Jejak Wali Ciamis

Rombongan Peziarah dari Ponpes Assalafiyah Brebes

Sahabat, badan terasa dingin menusuk di sekitar badanku, saat tiba di situs wisata ziarah  Prabu  Hariang Kencana yang dikenal warga sebagai mbah Panjalu. Waliyullah ini diakui oleh masyarakat Pasundan Jawa Barat sebagai penyiar agama Islam.

Dikutip pada  portal NU online di katakan H. Sulaiman, asisten Gus Dur saat itu, suatu ketika diawal 1990-an, Gus Dur bermimpi agar ia menziarahi sebuah makam yang ada ditengah nusa dan diminta untuk datang pada tengah malam dan selanjutnya membaca istighfar sebanyak seribu kali.

Tentu saja, teka-teki makam di tengah nusa ini membikin penasaran dimana letaknya dan makam siapa gerangan didalamnya. Setelah mencari informasi sana-sini, ternyata yang dimaksud dengan makam di tengah nusa adalah makam Syeikh Panjalu yang lokasinya berada di pulau Nusa Gede di tengah Situ Lengkong yang merupakan wilayah di sebuah bukit berhawa sejuk di Ciamis Jawa Barat yang dikelilingi oleh beberapa gunung. Ketika itu, makam tersebut baru dikenal dilingkungan masyarakat lokal. 

Jasadnya Mbah Panjalu tertanam di pulau kecil yang dikelilingi pepohonan rindang yang dikelilingi  siang dan sore ribuan hewan kelelawar berhamburan diatas pohon bahkan ada yang menggelantung, tepatnya di pulau kecil bernama Nusa Gede. Sekelilingnya dipenuhi rerembunan pohon yang lebat, wajar terlihat teduh dan sekelilingnya ada danau dengan nama danau situ lengkong.

Peziarah  yang mau melihat lokasi makbaroh, dia  harus naik perahu kayuh atau bermotor,  dengan merogoh kocek lalu dibayarkan driver perahu maka tujuan anda akan sampai. Perahu itu bersandar di dermaga, sejumlah perahu tampak berjejer tertib, menunggu giliran kedatangan peziarah dari segala penjuru tanah air.

Beberapa menit peziarah mengelilingi danau situ lengkong 16 Ha searah jarum jam, artinya peziarah berangkat dan pulangnya tidak sama.Di saat berada dipintu makbaroh, peziarah harus naik tangga sebanyak 81 tangga, cukup menguras energi bukan dan bisa mengeluarkan kalori untuk kesehatan fisik anda. 

Sekitar kompleks makbaroh airnya dingin dan pengelola makbaroh juga ada air siap minum karena pihak pengelola menyediakan mesin penjernih, bagi yang mau minum atau membawa satu botol air asli dari Mbah Panjalu bisa langsung memintanya, konon air ini bisa bermanfaat untuk mengobati segala penyakit.

Kyai Subhan Makmun menjelaskan, bahwa suasana makbaroh mengalami perkembangan dan penataan manajemen yang baik dibandingkan lima tahun yang lalu, perubahan yang terlihat  yakni tempat makbarohnya, ada ruang musholla dan toilet yang dikelola dengan bersih dan sehat, semua bangunan dan penataan makbaroh ini dapat dukungan dari  pemerintah daerah ciamis dengan kerjasama dengan warga desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat, sabtu (1/12/2018).

Sementara itu, kesan sangat berbeda juga disampaikan oleh sahabat roni, karena selama hidupnya baru bisa ziarah langsung nisan Makam Sunan Gunungjati Cirebon, memiliki kesan tersendiri, termasuk begitu khusyunya kyai subhan dalam memimpin tahlil dan doa. " Semoga saat ada wisata religi kembali, diberikan kesempatan untuk ikut bersama ulama kharismatik Brebes ini, apalagi didampingi para ustad yang sangat energik dan bersahabat," katanya. 

Semoga goresan catatan perjalanan wisata religi bersama Pengasuh Ponpes Assalafiyah KH. Subhan Makmun dan pengurus pondok serta panitia pembangunan pondok pesantren ini bermakna, walau cuma sehari saja, tapi sangat berkesan tersendiri terutama bagi mereka yang mengikuti wisata religi ini. (Bahrul Ulum)

Posting Komentar