Ulama NU Harus Mampu Wujudkan Umatan Wasathon


Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj saat memberikan Tausyiyah-Doc Bahrul Ulum 

Kendal (penaulum.com)  - Ulama NU akan terus menjadi kelompok yang ummatan wasathan. Yakni kelompok yang dapat hadir membangun masyarakat, budaya, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan. Ulama NU harus berkualitas dan selalu menjaga persatuan dan kesatuan, harus tetap menjaga kondusifitas daerahnya.

Demikian ditegaskan Prof Dr KH Said Aqil Siroj dalam acara Walimatul Ursy di Ponpes Nurul Qur'an Sukolilan Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Rabu (8/11/2018).

Ulama NU harus mengajarkan ilmunya kepada umatnya, baik di majlis taklim, madrasah,  pengajian rutin di jamiyah dan kegiatan lainnya, kuatkan aqidah jamaahnya agar tidak terjerumus ke aqidah yang bukan Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja).

" Warga NU harus diajarkan dalam menentukan hukum fiqih, madzhab Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) bersumber kepada empat pokok yakni Al-Qur’an, Hadits/as-Sunnah, Ijma’ dan Qiyas, "imbuhnya.

Lanjut Ketua Umum PBNU, Ia menjelaskan kembali,  empat hukum tersebut, pertama Al-Qur’an merupakan sumber utama dan pertama dalam pengambilan hukum. Sumber kedua dalam menentukan hukum ialah sunnah Rasulullah ٍSAW. Karena Rasulullah yang berhak menjelaskan dan menafsirkan Al-Qur’an, maka As-Sunnah menduduki tempat kedua setelah Al-Qur’an.

Ketiga Ijma’ ialah kesepakatan para Ulama’ atas suatu hukum setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Karena pada masa hidupnya Nabi Muhammad SAW seluruh persoalan hukum kembali kepada Beliau. Setelah wafatnya Nabi maka hukum dikembalikan kepada para sahabatnya dan para Mujtahid, dan keempat adalah Qiyas ialah menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain dalam hukum karena adanya sebab yang antara keduanya.

Pesan kyai Said, Agama Islam dengan Nasionalisme harus menjadi satu melalui bentuk  cinta tanah air, pesan pendiri NU yakni KH. Wahab Hasbullah dan KH. Hasyim Asyari agar jamaah NU harus selalu husbul wathon minal iman.

"Slogan Cinta Tanah Air itu asli fatwa dan Jargon dari KH Hasyim Asy'Ari pendiri NU, jargon  Cinta Tanah Air ulama Indoensia ini tidak dimiliki ulama ulama dinegara manapun termasuk Timur Tengah,"tandasnya. (BU).

Posting Komentar