Lima Desa di Brebes Masuk Program Pencegahan TPPO


Peserta Sosialisasi 5 Desa Pencegahan TPPO - doc BU

Brebes (penaulum.com) - Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan Hak Asasi Manusia (SPEK-HAM) Solo bermitra dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA) Republik Indonesia untuk Program Pembentukan Kelompok Peduli Tindak Perdagangan Orang.

Lima desa yang jadi intervensi program yakni 5 desa yang dipilih di Kecamatan Songgom ada 3 desa yakni Cenang, Songgom, Songgom Lor, untuk Kecamatan larangan ada 2 desa, yakni Larangan dan Wlahar. 

Demikian disampaikan oleh Elis Selaku Direktur Spek Ham pada saat sosialisasi dengan perwakilam 5 desa di Aula DP3KB Kabupaten Brebes, Jumat (9/11/2018). 

Spek Ham adalah sebuah organisasi non profit, independen, mandiri, yang merupakan kumpulan orang-orang berlatar belakang gerakan mahasiswa, organisasi sosial, serta bersifat pluralis, dengan komitmen pada penegakan Hak Asasi Manusia khususnya Hak Asasi Perempuan. Didirikan pertama kali pada tanggal 20 November 1998 serta terdaftar pada Akta Notaris No. 4, tanggal 6 Januari 1999 oleh kantor Notaris Sunarto, S.H di Jl. Prof. Dr. Supomo 20 A Surakarta dalam bentuk Yayasan.

Senada juga disampaikan oleh Manager Program Nila bahwa Indonesia untuk kasus traficking nomor dua di dunia, sehingga terasa malu jika harus paparan di level organisasi dunia. Namun ini harus diantisipasi melalui upaya pencegahan. 

Wilayah program yang jadi kantong penerima traficking seperti di kepulauan riau, kalimantan, bali dll. Untuk di Jawa tengah ada di Kabupaten Brebes, Wonosobo dan Kebumen. 

Sementara itu, Kabid PPA DP3KB Rini Puji Astuti mengatakan, Kementrian PPA RI telah memberikan kepercayaan penuh kepada Spekham Solo untuk melakukan langka-langkah strategis baik melakukan pencegahan, pendampingan maupun merubah perilaku generasi muda sebagai agen perubahan di masyarakat untuk menginformasikan migrasi aman, dokumen apa yang harus dilengkapi saat melengkapi administrasi keimigrasian, selektif terhadap PJTKI yang resmi dan jangan jadi korban. 

Rini juga menegaskan bahwa kegiatan ini akan banyak mengumpulkan beberapa kelompok pemuda produktif seperti karangtaruna, komunitas remaja yang lain. 

" Melalui peningkatan kapasitas kepada sasaran di desa tsrsebut sekaligus melibatkan lintas sektoral agar paham apa itu traficking, bahayanya dan bagaimana cara upaya pencegahan," imbuhnya. 

Untuk data kekerasan perempaun dan Anak hingga bulan november 2018 sudah ada 60 kasus. Artinya persoalan ini harus segera dicarikan solusinya bagaimana agar kasus kekerasan bagi perempuan dan anak jangan semakin banyak, mestinya menurun. 

Adapun Wilayah rentan kantong TKI di Kabuaten Brebes yakni songgom, losari, ketanggungan, larangan, dan banjarharjo. Untuk intervensi program ini di kecamatan songgom dan larangan. (Bahrul Ulum)

Posting Komentar