Terlalu Banyak Makan Bisa Menghilangkan Kecerdasan


Pengajian Rutin Taklim mutaalim - doc Bahrul ulum

Brebes- Ahli Geologi Jalinus dari Yunani dalam Kitab Taklim Muta'alim yang ditafsirkan oleh KH Subhan Makmun dihadapan santri assalafiyah 2 malam ini, Senin (1/10/2018) delima ternyata jika dimakan sama ibu hamil maka bisa menambah lembut kulit dan kecerdasan bagi jabang bayi. namun terlalu banyak makan ikan laut kurang baik bagi tubuh, disamping ikan itu protein tinggi, tapi jika konsumsi ikan hanya sedikit itu bagus pada fisik dan kecerdasan. 

Kalau sudah kenyang lalu makan terus itu bisa berbahaya. Yakni bisa merusak badan dan bisa mengurangi kecerdasan. Bahkan bila sudah kenyang terus dipaksakan bisa haram. Bahkan jika dilingkungan kita terus makan banyak, itu berpotensi dimurkai atau dicemooh oleh temannya. 

Saat Anda mengalami pertambahan berat badan akibat makan terlalu banyak, Anda dapat kehilangan rasa percaya diri karena adanya keterkaitan antara rasa percaya diri Anda dengan penampilan Anda. 

Rasa tidak percaya diri yang timbul terus-menerus dapat menyebabkan depresi, kecemasan, kesulitan performa seksual dan masalah keintiman pada suami istri, serta adanya obsesi terhadap makanan dan kalori. 

Secara medis banyak makan dalam porsi yang berlebihan pasti akan menyebabkan Anda mengalami kenaikan berat badan yang tidak menyehatkan jika makanan yang Anda pilih kurang bernutrisi dan Anda tidak rutin berolahraga berpotensi obesitas. 

Bahaya lagi jika makan kekenyangan maka mengalami pertambahan berat badan bukan satu-satunya masalah fisik yang akan Anda alami  akibat makan sampai kekenyangan. Banyak makan dan minum bisa jadi sumber penyakit pada fisiknya. Jika makanan yang dikonsumsi termasuk tinggi kadar lemak, makanan cepat saji atau penuh dengan gula buatan, Anda dapat mengalami kenaikan energi yang langsung cepat menurun sesudahnya, membuat tubuh Anda terasa lamban dan kelelahan. 

Makanan-makanan yang tidak menyehatkan ini dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti perut kembung dan dipenuhi gas. Dalam jangka panjang, kebiasaan makan berlebihan hingga terlalu kenyang dapat menimbulkan obesitas, yang berujung pada terjadinya risiko sakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit kandung kemih, beberapa jenis kanker, kolesterol tinggi dan sleep apnea. Anda juga dapat mengalami tekanan darah tinggi dan berisiko menderita strokes. 

Puasa dawud ternyata resep untuk kesehatan, sehari puasa, sehari tidak, maka fisik anda bisa seimbang. Disarankan makan setelah jam 11 pagi, karena jika makan pagi berpotensi fisik mengalami perubahan. Kata Rosulullah SAW puasa terbaik adalah puasa dawud, kalau priyatin atau riyadhoh ya di sarankan puasa senin kamis. Makan harus dijaga dengan teratur. 

Jika terlalu kenyang maka tubuh inginnya tidur dan timbulnya malas. Cahaya ilmu akan menyertai para pencari ilmu yang tidak kenyang saat belajar, banyak pengaruhnya bila mereka saat belajar terlalu banyak makan, coba saat buka puasa ramadhan, kalau kita kekenyangan maka perasaan dan fisik akan kelihatan berbeda antara perutnya kenyang dengan kecukupan. 

Bila terlalu kenyang maka geraknya terbatas namun bila makan hanya secukupnya maka geraknya seimbang dan mudah untuk beribadah. Saat mengunyah nasi sebaiknya dimulut semakin lama, mengunyah makanan adalah kegiatan mekanis dan kimia dalam rongga mulut. Mengunyah makanan secara mekanis adalah memecah molekul yang lebih besar menjadi partikel yang lebih kecil. 

Makanan menjadi lebih hangat dan lembut. Hal ini memberikan manfaat akan meningkatkan luas permukaan makanan sehingga menjadi lebih efisien dalam memecah enzim air liur. Makanan yang tidak tercerna ini akan menyebabkan peningkatan bakteri dalam usus, yang dapat menyebabkan berbagai gejala termasuk, gas dan kembung, diare atau sembelit, maag, sakit perut dan kram dan sebagainya. 

Semakin banyak mengunyah, semakin sedikit energi yang hilang dan lebih banyak yang disimpan dalam tubuh. Dahulukan makan yang ringan atau lembut-lembut, jangan makanan yang mengandung yang banyak lemaknya karena akan mempercepat kenyang perutnya.

Posting Komentar