Santri Harus Suka Berdiskusi Saat Belajar

Malam ini, Senin bada Isya 22 oktober 2018 penulis mencoba mendokumentasikan dalam bentuk tulisan atas Pengajian Kitab ta'limul taklim di Ponpes Assalafiyah Saditan Brebes yang dibacakan oleh KH. Subhan Makmun.

 Kitab Taklim Muta'alim
Disampaikan Kyai Subhan, saat menjadi santri diharapkan suka bermusyawarah karena sering ditemukan bahasa dalam kitab itu sulit diterjemahkan, namun dengan melalui musyawarah antar santri inilah bisa ditemukan makna yang belum terjawab, bisa terjawab melalui pemahaman antar santri.

Dalam berdebat atau muhadhoroh tidak boleh menipu dalam berhujah misalnya menjelaskan referensi tapi tidak bisa dibuktikan, apalagi merekayasa. Bila pihak lawan merasa mencari kemenangan maka dibolehkan adu siasat atau strategi tapi jika pihak lawan ingin mencari kebenaran yang hak dan batil apalagi musyawarah ingin hasilnya dengan kehati-hatian, itu berarti musyawarah tersebur ada nur cahaya.

Namun bila diskusi itu karena mencari ketenaran atau emosi bahkan cenderung hoak maka keluarnya minannar atau neraka. Bila diskusi untuk kebenaran maka dibantu, namun bila lawan bicara tetap melawan bahkan cenderung bersikukuh minta menang  padahal sumbernya tidak jelas maka boleh dilawan jika kesulitan maka bisa dikalahkan lewat siyasah.

Muhadhoroh satu jam lebih baik daripada mengulang-ulang dalam belajar. Disarankan bagi santri untuk selalu tetap belajar dan diskusi untuk menemukan ilmu yang dipelajarinya dan bisa di diskusikan bila ditemukan ada kesulitan dalam menerjemahkan kalimat atau istilah yang ditemuinya.

Posting Komentar