Penjelasan Alqur'an Pada Surat Al Baqoroh Ayat 70-76


KH. Misbachul Munir Brebes Jawa Tengah
AYAT 70 – 73 SUROH AL-BAQOROH
Penulis : Kang Misbah ( KH. Misbachul Munir) Petunjungan Brebes Jawa Tengah

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَنَا مَا هِيَ إِنَّ الْبَقَرَ تَشَابَهَ عَلَيْنَا

Pada matur sopo bani isroil
Dongaha sopo tuan
Kerana kawulo
Ing pengeran panjenengan
Mangka paring penjelasan sopo robbuka
Dateng kawulo
Ing utawi opo
Iku hakikate baqoroh
Satuhune sapi
Iku samar opo baqor
Ingatase kawulo

وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ لَمُهْتَدُونَ (70)

Lan satuhune kawulo
Lamon ngersaaken
Sopo Alloh
Iku yektine piro-piro wong kang den tuduhaken

(70). Mereka berkata: "Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami dan sesungguhnya kami insya Alloh akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu)."

Qodliyah ini bisa kita simpulkan, bahwa sesungguhnya kaum Bani Israil, ialah kaum radikal yang sangat rewel. Oleh sebab itu, supaya kita tidak seperti mereka, maka kita harus menerapkan akhlak HUDUU,IL KHUSYUU,I BIL CHAWASIL KHOMSI (menempatkan khusyu di dalam panca indra), baik indra jismani, nafsani, maupun ruchani.

قَالَ إِنَّهُ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ لَا ذَلُولٌ تُثِيرُ الْأَرْضَ وَلَا تَسْقِي الْحَرْثَ مُسَلَّمَةٌ لَا شِيَةَ فِيهَا

Ngendika  sopo nabi Musa
Satuhne Alloh
Iku Dawuh sopo Alloh
Satuhune baqoroh
Iku sapi
Kang ora den ina
Kang kanggo meluku opo baqoroh
Ing bumi
Lan ora kanggo nyirami opo baqoroh
Ing tanduran
Tur iku den slametaken
Ora nana werna lia iku maujud
Ingdalem baqoroh

قَالُوا الْأَانَ جِئْتَ بِالْحَقِّ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُوا يَفْعَلُونَ (71)

Pada matur sopo bani isroil
Ingdalem saiki
Chale nekaaken sopo tuan
Kelawan keterangan kang chaq
Mangka pada nyembeleh sopo bani isroil ing baqoroh
Lan ora parek-parek sopo bani isroil
Iku pada nglakoni sopo bani isroil

(71). Musa berkata: "Sesungguhnya Alloh berfirman bahwa sapi itu adalah sapi yang tidak hina, yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah, dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya." Mereka berkata: "Sekaranglah kamu menerangkan hakikat sapi yang sebenarnya". Kemudian mereka menyembelihnya, dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

Qodliyah ayat ini dapat kita pahami, bahwa sesungguhnya tuntutan kaum radikal yang sangat rewel dari kaum Bani Israil, akhirnya bisa terpenuhi, sehingga mereka mau melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Alloh kepada mereka. Walaupun hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu. Karena, takut kebongkar rahasianya, atau terlalu mahal harga sapi yang menjadi persyaratannya. Oleh sebab itu, supaya kita bisa melaksanakan perintah Alloh betepapun beratnya perintah itu, maka kita harus menerapkan akhlak SUNNATU MUCHAMMADIR ROSULILLAHI (menyontoh langkah-langkah Nabi Muchammad) sesuai dengan kemampuan dan pemahaman kita di dalam menyimpulkan wahyu yang dibawa olehnya.

وَإِذْ قَتَلْتُمْ نَفْسًا فَادَّارَأْتُمْ فِيهَا وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (72)

Lan ingdalem nalikane mateni sopo siro kabeh
Ing wong sawiji
Mangka nuli para padu sopo siro kabeh
Ingdalem nafsan
Lan utawi gusti Alloh
Iku Dzat kang ngelahiraken
Ing barang
Kang anane sopo siro kabeh
Iku pada ngumpetaken sopo siro kabeh

(72). Dan (ingatlah), ketika kamu membunuh seorang manusia, lalu kamu saling tuduh tentang itu. Dan Alloh hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan.

Qodliyah ini dapat kita mengerti, bahwa sesungguhnya betapapun pintarnya kita menyembunyikan kesalahan atau kemasiatan, pasti Alloh menyingkapkan kesalahan atau kemasiatan itu. Baik di dunia maupun di akhirat, dengan cara memberikan balasan. Oleh sebab itu, supaya kita tidak salah atau tidak masiat kepada Alloh, maka kita harus menerapkan akhlak CHIFDHUL A’DLO,I ‘ANIL MA’SHIYATI (menjaga organ tubuh kita supaya tidak maksiat) kepada Alloh dan Rosul-Nya.

فَقُلْنَا اضْرِبُوهُ بِبَعْضِهَا كَذَالِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَيُرِيكُمْ ءَايَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ (73)

Mangka dawuh sopo ingsun
Mukula sopo siro kabeh ing maqtul
Kelawan sebagiane anggautane baqoroh
Kadlorbil maqtuuli biba’dli a’dlo,il baqoroh
Nguripaken
Sopo Alloh
Ing piro-piro perkara kang pada mati
Lan meruhaken sopo Alloh ing siro kabeh
Ing piro-piro ayate Alloh
Mestine sopo siro kabeh
Iku pada nganggo akal sopo siro kabeh

(73). Lalu Kami berfirman: "Pukullah orang yang dibunuh itu dengan sebagian anggota sapi tersebut!" Demikianlah Alloh menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dan memperlihatkan padamu tanda-tanda kekuasaan-Nya, mestinya kamu menggunakan akal.

Qodliyah ayat ini bisa kita simpulkan, bahwa sesungguhnya hari dibangkitkan semua manusia yang telah mati itu terjadi. Oleh sebab itu, supaya kita betul-betul percaya hingga yakin, maka kita perlu menerapkan akhlak MUCHIITHUM BILILMIDH DHOHIRI WAMUCHIITHUM BILILMIL BAATHINI (menguasai ilmu lahir dan ilmu batin) artinya ilmu dunia dan ilmu akhirat.

AYAT 74 -76 SUROH AL-BAQOROH
Oleh: Kang Misbah

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَالِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً

Mangka  nuli atos
Opo piro-piro atine siro kabeh
Saking sawise ichyaa,il qotiili wama qoblahu minal ayaati
Mangka utawi quluub
Iku kaya watu
Malah luwih banget
Apane atose

وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ

Lan satuhune
Iku setengah saking watu
Yektine opo barang
Kang bisa mili
Saking maa
Opo piro-piro bengawan
Lan satuhune
Iku setengah Saking chijaaroh
Yektine opo barang
Kang bisa pecah opo maa

فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ

Mangka nuli metu
Saking maa
Opo banyu
Lan satuhune
Iku setengah saking chijaaroh
Yektine opo barang
Kang bisa gelundung opo maa
Saking arahe wedi marang Alloh

وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ (74)

Lan ora nan sopo Alloh
Iku Dzat kang lali
Saking barang
Kang pada nglakoni sopo siro kabeh ing maa

(74). Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal sesungguhnya di antara batu-batu itu, ada yang betul-betul mengalir sungai-sungai darinya, dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air darinya, dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Alloh sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.

Qodliyah ayat ini bisa kita pahami, bahwa sesungguhnya hati kaum Yahudi, ialah sangat keras seperti batu, bahkan lebih keras. Oleh sebab itu, supaya kita tidak seperti kaum mereka, maka kita perlu menerapkan akhlak HUDUU,IL KHUSYUU,I BIL CHAWASIL KHOMSI (menempatkan khusyu di dalam panca indra), baik indra jismani, nafsani, maupun ruchani.

أَفَتَطْمَعُونَ أَنْ يُؤْمِنُوا لَكُمْ وَقَدْ كَانَ فَرِيقٌ مِنْهُمْ يَسْمَعُونَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ يُحَرِّفُونَهُ

Opotoh mangka nuli pada kepengin sopo siro kabeh
Ing yentah pada iman sopo Yahudi
Marang siro kabeh
Chale temen-temen ana
Opo sagolongan
Saking Yahudi
Iku pada ngrungu sopo fariiq
Ing dawuhe Alloh
Mangka nuli pada ngowahi sopo fariiq ing kalaamallohi

مِنْ بَعْدِ مَا عَقَلُوهُ وَهُمْ يَعْلَمُونَ (75)

Saking sawise barang
Kang pada ngarti sopo Yahudi ing maa
Chale utawi Yahudi
Iku pada ngarti sopo Yahudi

(75). Apakah kamu masih mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar firman Alloh, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang kondisi mereka mengetahui?.

Qodliyah ayat ini dapat mengerti, bahawa sesungguhnya hati kaum Yahudi, ialah sangat keras seperti batu bahkan lebih keras, sehingga mereka nekat memalsukan kitab demi mendapatkan keuntungan pribadi. Oleh sebab itu, supaya kita tidak seperti mereka, maka kita perlu menerapkan akhlak CHIFDHUL ADLO,I ANIL MASHIYATI (menjaga organ tubuh kita supaya tidak maksiat) kepada Alloh dan Rasul-Nya.

وَإِذَا لَقُوا الَّذِينَ ءَامَنُوا قَالُوا ءَامَنَّا وَإِذَا خَلَا بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ

Lan ingdalem nalikane ketemu sopo piro-piro munaful yahudi
Ing wong akeh
Kang pada iman sopo alladziina
Mangka pada ngucap sopo piro-piro munafiqul yahudi
Iman sopo ingsun kabeh
Lan ingdalem nalikane balik
Sopo setengahe munafiqul yahudi
Marang setengah kang weneh

قَالُوا أَتُحَدِّثُونَهُمْ بِمَا فَتَحَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ لِيُحَاجُّوكُمْ بِهِ

Mangka pada takon sopo pimpinane munafiqul yahudi
Opotoh pada nyritaaken sopo siro kabeh ing alladziina aamanuu
Kelawan barang
Kang mbuka
Sopo Alloh
Ingatase siro kabeh
Supaya pada mbantah sopo alladziina aamanuu ing siro kabeh
Kelawan maa

عِنْدَ رَبِّكُمْ أَفَلَا تَعْقِلُونَ (76)

Ingdalem ngarsane pengeran siro kabeh
Opotoh mangka nuli ora pada nganggo akal sopo siro kabeh

(76). Dan apabila mereka berjumpa dengan orang-orang yang beriman, maka mereka berkata: "Kami pun telah beriman," akan tetapi apabila sebagian dari mereka kembali kepada sebagian yang lain, maka pimpinan mereka bertanya: "Apakah kamu menceritakan kepada mereka (orang-orang mu,min) apa yang telah Alloh bukakan kepadamu, supaya mereka dapat mengalahkan hujjahmu dengannya di hadapan Tuhanmu; tidakkah kamu menggunakan akal?"

Qodliyah ayat ini bisa kita simpulkan, bahwa sesungguhnya orang-orang munafik Yahudi hakikatnya berkepala dua. Sementara, pimpinan mereka senantiasa ketakutan jangan-jangan mereka membuka rahasia, yang berhubungan dengan sifat-sifat Muhammad sebagai nabi akhir zaman, dan ajaran-ajaran lain yang telah dipalsukan oleh para pimpinan tersebut. Oleh sebab itu, supaya kita tidak seperti orang-orang munafik Yahudi dan pimpinan mereka, maka kita perlu menerapkan konsep ROJI’UN ILAALLOHI (kembali kepada Alloh) artinya senantiasa bertaubat kepada-Nya.

Di atas adalah tulisan dari KH. Misbachil Munir dan diperbolehkan untuk Share kepada siapa saja yang anda mau, mudah-mudahan kita termasuk orang yang mengajak umat menuju jalan Alloh azza wajalla. Aamiin.Atas ijin dari Penulis KH Misbachul Munir,

Posting Komentar