Mengenal Kampung Literasi Untuk Wujudkan Masyarakat Gemar Membaca dan Menulis

Ilustrasi Kampung Literasi 


Sejak tahun 2016 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah membentuk 31 kampung literasi di 31 kabupaten, pembentukan kampung literasi ini untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, juga membangun kemandirian masyarakat. Angka ini masih sangatlah kecil melihat sebaran Desa//Kampung di Indonesia. Direktorat Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan (Bindiktata) menargetkan akan ada 514 kampung literasi pada 2019 dengan anggaran Rp 160 juta per kabupaten, ini artinya ada peluang bagi masyarakat untuk mengelola kampung literasi sebagai model pembelajaran keaksaraan yang komprehensif, bukan sekadar belajar membaca, menulis, dan berhitung, tapi juga melakukan aktivitas lainnya seperti kelompok kesenian hingga belajar ketrampilan untuk meningkatkan kecakapan hidup.

Alasan adanya kampung literasi karena Pemeringkatan literasi internasional (Most Literate Nations in the World) yang mengukur tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat dunia menempatkan Indonesia di peringkat ke-60 dari total 61 negara yang disurvei, atau Indonesia hanya lebih baik dari Botswana, pasalnya jumlah penduduk Indonesia yang buta aksara cukup besar yakni 5.984.075 jiwa atau 3,70 persen dari jumlah penduduk. Angka ini harus terus diupayakan turun. Gerakan Indonesia Membaca dan kampung literasi merupakan upaya yang diharapkan akan berhasil menurunkan angka tersebut. 

Tujuan dari bantuan Kampung Literasi ini adalah:
1. Sebagai biaya operasional dan atau pelengkap operasionalisasi kampung literasi dari sisi kelembagaan dan pelayanan sehingga pengelolaan program Kampung Literasi dapat berjalan lancar;
2. Mendorong keberadaan kampung literasi agar terus meningkatkan kualitas dan kuan tas layanan sehingga berdampak kualitas kehidupan masyarakat setempat yakni sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan.
3. Meningkatkan keberaksaraan masyarakat desa/kampung tersebut
4. Mendorong terbentuknya komunitas masyarakat yang gemar melakukan kegiatan pembudayaan dan pembiasaan membaca

Penyelenggara kampung literasi adalah satuan pendidikan nonformal dan lembaga/organisasi lain seper : Pusat  Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Rumah Pintar, Balai Belajar Bersama, Lembaga Kursus dan Pela han, Taman Bacaan Masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dibidang pendidikan, dan lembaga lainnya, yang memenuhi kriteria sebagai berikut: 

1. Berpengalaman dalam menyelengarakan pendidikan keaksaraan dan kesetaraan, serta pendidikan masyarakat lainnya.
2. Memiliki sekretariat lembaga dengan alamat yang jelas; 
3. Memiliki susunan pengurus yang dilengkapi dengan uraian tugas;
4. Mampu menyediakan lokasi kampung yang akan dijadikan sebagai tempat rin san kampung literasi;
5. Mampu menyediakan prasarana dan sarana kampung literasi; 
6. Dapat menyediakan petugas dan instruktur yang kompeten untuk melayani pengunjung setiap harinya; 
7. Sanggup menyelenggarakan kegiatan sepanjang waktu;
8. Memiliki kemandirian fi nansial maupun kelembagaan; 
9. Memiliki kemampuan untuk melakukan kerjasama dan kemitraan dengan berbagai pihak.  

Embrio kampung literasi bisa berupa taman baca masyarakat (TBM),  yang di sana terdapat aktivitas seperti kegiatan baca tulis, aktivitas budaya dan ketrampilan, kampung literasi adalah salah satu bentuk upaya pemerataan layanan pendidikan pada masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah dengan bekerja sama dengan instansi terkait melalui berbagai program dan kebijakan yang dikeluarkan. Kampung Literasi merupakan sebuah kawasan kampung yang menyediakan berbagai layanan pendidikan pendukung multiaksara. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat melibatkan diri secara aktif dalam pengembangan kompetensi keaksaraan baik dasar, lanjutan, maupun multi aksara agar memiliki wawasan dan kompetensi yang memadai dalam menjalankan aktivitasnya.

Salah satu kegiatan dikampung literasi bisa berupa pelatihan mendongeng, pelatihan stimulasi imajinasi, dan pelatihan penulis cilik, gelaran buku, menyediakan akses peminyaman buku, kegiatan menulis rutin anak-anak di, literasi keterampilan (anyaman eceng gondok, koran bekas, dan kain flanel), literasi pertanian (Hidroponik), literasi kesehatan, dan literasi media dan literasi mangrove, literasi sekolah alam dan kegiatan menulis lainnya. 

Melalui kampung literasi diharapkan kawasan kampung tersebut bisa masyarakatnya melek aksara (dasar, lanjutan, maupun multi  aksara) agar memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas. Keberadaan Kampung Literasi akan memberikan perluasan akses informasi kepada masyarakat, menumbuhkan dan membudayakan minat baca, mengembangkan sikap positif, dan mengembangkan keterampilan. Hal ini juga sebagai wujud dalam menciptakan masyarakat pembelajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Sudahkah Kabupaten/kota mu memiliki kampung literasi ? ayo wujudkan kampung literasi sebagai bagian upaya pemerataan pendidikan dan menumbuhkan minat baca dan tulis serta penyaluran bakat dan ketrampilan anda

Posting Komentar