Lewat SIMFONI Jendela Basis Data Kekerasan Bisa Diakses Publik


Saat ini di mana-mana banyak dihadapi berbagai kasus tindak kekerasan yang korbannya adalah perempuan dan anak-anak. Oleh sebab itu, menjadi persoalan bagi kita semua adalah, sejauhmana kita semua ikut merasa bertanggungjawab untuk  mencari solusi pemecahan  masalah ini. Perempuan dan anak juga memiliki hak yang sama dengan  manusia lainnya dimuka bumi ini,  yakni hak yang dipahami sebagai hak-hak yang melekat (inherent) secara alamiah sejak ia dilahirkan, dan tanpa itu manusia (perempuan dan anak) tidak dapat hidup sebagai manusia secara wajar. 
Foto ilustrasi

Sebenarnya jaman ini bukan masuk pada jaman jahilliah yang berlandaskan hukum rimba atau jaman Herodes yang membenarkan hukum penguasa, serta jaman-jaman lainnya yang dikenal dengan jaman kegelapan. Karena jika saat ini masih ada fenomena jaman jahiliyah berarti ada kemunduran moral dan nilai dalam masyarakat kita yang katanya menyukai harmoni dan membenci konflik, apalagi kekerasan. Perempuan dan anak sebagai korban tindak kekerasan bukan merupakan fenomena baru, kitab sejarah mengungkapkan praktek-praktek masa lalu yang mengorbankan perempuan, baik dewasa (pengorban depan altar) maupun korban anak-anak (pembunuhan bayi berjenis kelamin perempuan).

Kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan rintangan terhadap keberhasilan pembangunan. Bagaimanapun juga tindak kekerasan akan berdampak pada kurangnya rasa percaya diri, menghambat kemampuan perempuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial, mengganggu kesehatannya, mengurangi otonomi, baik di bidang ekonomi, politik, sosial budaya serta fisik. Demikian juga dengan anak, kepercayaan pada diri sendiri dalam pertumbuhan jiwanya akan terganggu dan dapat menghambat proses perkembangan jiwa dan masa depannya.

Publik bisa melihat perkembangan data kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia bahkan bisa melihat bagaimana perincian prosentase korban, dimana tempat, paling banyak pelaku korban kekerasan perempuan dana anak itu usia berapa, dan mata pencaharian paling banyak apa. Sebuah terobosan yang patut diapresiasi bagi Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan munculnya informasi online perlindungan perempuan dan anak. Mereka menamakan SIMFONI (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak) dan bisa diakses di www.kekerasan.kemenpppa.go.id 

Pada data simfoni hingga tahun 2017 ini, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ada 11.783 kasus, dengan perincian 2.765 korban laki-laki dan 9.983 korban perempuan. Melalui data absolut tersebut, disajikan juga dasboard perincian per kasus. 

Prosentase korban menurut jenis kelamin paling banyak adalah perempuan (78,3%) dibandingkan dengan korban laki-laki (21,7%).Sedangkan prosentase pelaku menurut jenis kelamin adalah laki-laki sebanyak 90,5% dan perempuan 9,5%. 

Sementara itu, Prosentase korban menurut kelompok umur paling banyak pertama, usia 13-17 tahun (30,7%), kedua usia 25-44 tahun (28,7%), ketiga usia 6-12 tahun (16,5%) dan keempat adalah 18-24 tahun (11,1%). Adapun prosentase pelaku menurut kelompok umur, pertama usia 25-44 tahun (46,9%), kedua 18-24 tahun (18,0%), usia 45-59 tahun (14,9%), dan usia 13-17 (13,4%). 

Prosentase korban laki-laki menurut pekerjaan paling banyak adalah pertama pelajar 50,1%, kedua tidak bekerja 20,7%, ketiga bekerja 5,1%, dan prosentase korban laki-laki menurut tempat kejadian paling banyak, pertama di rumah tangga 42,6%, fasilitas umum 14,7%, sekolah 9,8%. 

Berbeda dengan prosentase korban perempuan menurut pekerjaan, pertama pelajar 31,8%, kedua Ibu rumah tangga 20,3%, ketiga tidak bekerja 19,2%, keempat bekerja 8,4%, sedangkan prosentase korban perempuan menurut tempat kejadian paling banyak di rumah tangga 58,2%, lainnya 29,6% dan fasilitas umum 7,3%.

Kunci suksesnya data online ini, apabila kontinuitas pelaporan tiap kabupaten/kota masuk melalui operator atau admin yang ditunjuk, dan mereka dengan cepat dan tepat melakukan entry data atas pendokumentasian korban kekerasan yang ada di daerahnya. Melalui aplikasi SIMFONI PPA (Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak), karena kita bisa melihat bagaimana sistem pendokumentasian data kekerasan di semua Kabupaten Kota di Indonesia. Setiap Kabupaten/Kota diminta untuk selalu update terkait sistem pencatatan dan pelaporan kekerasan melalui sistem aplikasi yang terpadu dan komprehensif ini. Bagusnya lagi simfoni ini dapat di akses publik, hanya sistem update perkembangan data di input oleh semua unit layanan penanganan korban kekerasan perempuan dan anak di tingkat nasional, provinsi, dan kab/kota secara up to date, riil time dan akurat, untuk menuju SATU DATA, DATA KEKERASAN NASIONAL. Melalui sistem ini juga bisa dibangun sebagai media pendataan, monitoring dan evaluasi kasus kekerasan perempuan dan anak di Indonesia. 


Posting Komentar