Ratusan ATS di Kecamatan Sirampog Belum dikembalikan ke Sekolah

Rakor GKB di Kecamatan Sirampog, Ada 218 ATS Belum di Kembalikan ke Sekolah - Foto BU


Brebes (penaulum.com)  - Camat Sirampog Munaedi mengatakan Anak Putus Sekolah (ATS) di Kecamatan Sirampog sebanyak 218 anak, rata-rata mereka tidak melanjutkan dari SMP/MTs ke Jenjang pendidikan SMA/MA/SMK, ada salah satu  desa penyumbang data anak tidak lanjut yakni di Desa Igerklanceng, dimana sebagian anak setelah lulus SMP/MTs langsung menikah di usia muda, kisaran di 16-17 Tahun, bekerja di luar daerah seperti di jakarta. 

Demikian disampaikan pada Rapat Kerja Gerakan Kembali Bersekolah (GKB) di Aula Kecamatan, yang dihadiri oleh Bupati, Kepala Baperlitbangda, Staf Ahli Bupati Bidang SDM, SKPD Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabag Penanggulangan Kemiskinan Setda Brebes, Danramil, Kapolsek, UPT Dindikpora, Kepala Desa, Fatayat, Kepala Sekolah. Jumat (6/10/2017). 

Munaedi menambahkan, Kecamatan Sirampog tidak ditemukan anak putus sekolah untuk jenjang SD/MI, termasuk yang putus di SMP/MTs. Bagi yang tidak lanjut mereka tidak mau ke jenjang formal tapi memilih memilih ke jalur PKBM untuk belajar di kejar paket A, B, C. 

Sementara itu,  Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Kabupaten Brebes Dr. Angkatno, M.Pd menjelaskan bahwa rata-rata anak sekolah di Kabupaten Brebes sampai dengan 2017 baru 6.128, ini dikandung maksud  Penduduk di Kabupaten Brebes terbanyak  masih  tamatan SD/MI. 

" Sebuah pekerjaan rumah yang harus dipecahkan bersama, jika kita semua bisa memastikan semua anak kembali bersekolah, maka secara  otomatis bisa mendongkrak atau berkontribusi percepatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), GKB sebagai Juru Jitu Menaikkan IPM Bidang Pendidikan," ungkapnya. 

Sementara Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE menjelaskan, kehadiran di setiap kecamatan dalam rapat koordinasi GKB untuk melihat target atas kinerja muspika (camat, Danramil, Kapolsek dan Kepala UPT, KUA), sekaligus melihat bagaimana peran serta masyarakat dan satuan pendidikan di wilayah tersebut dalam mengembalikan anak ke sekolah. 

" Pastikan semua anak pada usia sekolah kembali bersekolah, Kepala Desa bertanggungjawab terhadap percepatan gerakan pengembalian sekolah di tingkat desa, laporkan jika di wilayah anda ada anak putus sekolah, tidak lanjut baik di tingkat wajar dikdas 12 tahun," jelasnya.

Idza juga berharap agar para kades untuk membantu kinerja gerakan kembali bersekolah, setiap desa diminta berkontribusi untuk mengembalikan anak jalur formal dan non formal, jika ada kendala teknis bisa menghubungi camat, kepala UPT Dindikpora dan FMPP Kecamatan untuk segera dicarikan solusi. 

" Setiap ada pergerakan perkembangan atas laporan bisa dilaporkan bisa ke Whatapp Gerakan Kembali Bersekolah,  dan secara tertulis ke sekretariat GKB di Baperlitbangda Kabupaten Brebes guna memudahkan koordinasi baik pada proses perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan," imbuhnya. 

Selanjutnya, Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Kabupaten Brebes Bahrul Ulum menuturkan, hingga beberapa kecamatan yang sudah masuk dalam pengembalian anak ke jalur formal dan sudah masuk ke sekolah adalah Kecamatan Jatibarang ada 40 anak, Kecamatan Banjarharjo 38 anak, Kecamatan Ketanggungan 4 anak, Kecamatan Tanjung 38 anak, Kecamatan Losari 2 anak, Kecamatan Songgom sebanyak 55 anak, Kecamatan Paguyangan 11 anak, Kecamatan Kersana 2 anak,  Kecamatan Brebes 11 anak, Kecamatan Wanasari 20 anak, Kecqmatan Bulakamba 9 anak,  sedangkan Kecamatan yang lain sementara belum melaporkan data ke sekretariat GKB. Tercatat rekap total ada 282 anak hingga 6 Oktober 2017. 

Adapun Kecamatan yang sudah melaksanakan Rakor GKB yakni Brebes, Wanasari, Bulakamba, Tanjung, Losari, Kersana, Kecamatan lain akan dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dikirimkan dari 2-7 Oktober. (BU) 

Posting Komentar