Pasar Desa Cermin Geliat Ekonomi Masyarakat

Suasana Pasar Induk Brebes Pagi Hari - Foto BU


Pasar, sebutan yang sudah umum dan dipastikan semua orang tidak asing dengan penyebutan tempat tersebut. Tiap hari para penjual dan pembeli saling bertransaksi. Mereka selalu rajin dan penuh kerja keras agar produk yang dibawanya laku keras, semakin banyak pelanggan yang didapat, maka semakin cepat berkembang usahanya.

Sebutan pasar tradisional biasanya momok bagi para pengguna jalan, kumuh, becek dan semrawut dalam perparkiran dan juga lalu lintas keluar masuk prmbeli dan penjual. Jika tidak ada yang mengatur di pasar tradisional, ataupun pasar desa diprediksikan jalur akses transportasi macet, karena para pedagang ingin mengambil bahu jalan untuk berdagang. Mereka berani bayar lapak di depan karena menurutnya cepat lakunya dibandingkan masuk ke dalam pasar dengan membayar kios. Tukang becak, juru parkirpun akan laku jika lokasinya didekatkan dengan para pedagang kaki lima tersebut, jika dijauhkan maka nasibnya sepi pelanggan.

Pasar desa atau pasar tradisional itu bisa menjadi cermin kesadaran masyarakat di era sekarang, begitu simpelnya masyarakat ini yang ingin membeli produk yang mudah dilihat, namun tidak melihat betapa pentingnya kebersihan, kenyamanan dan juga etika berdagang.

Adanya Dinas Pengelola Pasar pun ternyata belum bisa menjadikan kondisi pasar menjadi nyaman dilihat dan tidak merugikan pengguna jalan yang lain. Bagi mereka pemandangan kesemrawutan dianggap hal biasa, sudah dilakukan penertiban, dan diupayakan tetap tidak ada perubahan atas sikap para pedagang ini. Secara ekonomis jika ada pasar tradisional di desa itu tumbuh dengan pesat, berarti ekonomi lokal sekitar pasar tersebut semakin meningkat. Dampak ikutan adanya pasar pun sangat terasa. Hanya faktor penghambat kesadaran dan penataan lokasi serta menjadikan rintisan awal pasar pun tidaklah mudah tempat tersebut bisa muncul pasar.

Pasar Tradisional seharusnya Bangkit dan Tertata dengan baik, khawatir muncul nanti menjamurnya pasar modern, menjadikan pesaing yang perlu dipikirkan. Kecenderungan orang semakin lama ingin cari yang praktis dan mudah dalam memberikan layanan kepada custumers. Bisa saja ke depan akan ada transaksi jual beli sesuai dengan pesanan dan tidak melalui mekanisme pembelian dipasar tapi berdasarkan order tertentu dengan penyedia jasa online dan juga beli dipasar terdekat tapi tersedia semua stok yang ada. Tidak berjubel dan transaksi bisa dengan mesin gesek (non tunai).

Semoga ke depan prospektus pasar tradisional harus lebih siap sebagai benteng awal ekonomi masyarakat dan tidak muncul kesan pasar tradisional itu produknya tidak hyegenis, aksesnya macet dan panas atau pengab saat di dalam arena dalam pasar.

inspirasi pagi saat berada di pasar induk Brebes. Kamis 12 Oktober 2017.



Posting Komentar