Bupati Menyerahkan Buku Saku SIPBM ke 16 Desa dan 4 Camat

Buku Saku SIPBM diserahkan Ibu Bupati Brebes kepada Camat Songgom dan Kades Cenang disaksikan Kepala Baperlitbangda Brebes Dr. Angkatno - Foto BU


Songgom (penaulum.com) - Pembangunan harus berbasis data, tanpa data maka sia-sialah melakukan intervensi, perencanaan dan pelaksanaan menjadi buruk, hari ini  saya memberikan Buku Saku SIPBM kepada Camat dan Kepala Desa Cenang Kecamatan Songgom untuk nantinya menjadi rujukan  database dalam perencanaan dan pembangunan di desanya. 

Sedangkan bagi desa di Kecamatan Songgom atau desa-desa lainnya di Kabupaten Brebes  yang belum punya data SIPBM dipersilahkan mengalokasikan lewat dana desa untuk pendataan, karena SIPBM bisa mempermudah dalam perencanaan di desa agar kinerja di tingkat desa tercapai. Hari ini buku saku SIPBM pertama yang diberikan adalah desa cenang, nanti dilanjutkan desa kaligiri, desa purwodadi dan semua desa di Kecamatan Paguyangan. 

Demikian disampaikan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE pada rapat koordinasi gerakan kembali bersekolah (GKB) di Aula Kecamatan Songgom, Rabu (4/10/2017). 

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Baperlitbangda) Dr. Angkatno, M.Pd mengatakan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) adalah sistem informasi yang dikembangkan untuk membantu peningkatan kinerja pembangunan berdasarkan partisipasi masyarakat, baik dalam perencanaan, implementasi, maupun dalam pelaporannya. 

SIPBM dikembangkan dalam rangka memberi peluang kepada para penentu kebijakan, pemangku kepentingan, dan anggota masyarakat untuk berpartisipasi menuntaskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan di daerahnya, yang meliputi pembangunan pendidikan, kesehatan dan pembangunan bidang-bidang lainnya. 

Sumber data diperoleh dari masyarakat setempat dengan menentukan keluarga beserta seluruh anggotanya sebagai unit analisis.  Data dikumpulkan dengan melibatkan mekanisme hirarki kelembagaan dari satuan wilayah administratif yang paling rendah berupa lembaga kemasyarakatan (RT-RW) sampai lembaga formal kepemerintahan (Kelurahan/Desa, Kecamatan, Kabupaten). 

Secara sederhana SIPBM dapat dipandang sebagai pangkalan data dan informasi pembangunan yang dikembangkan berdasarkan partisipasi masyarakat.

Dari aspek pembangunan bidang pendidikan, SIPBM diharapkan dapat memberi gambaran tentang penduduk anak usia prasekolah (0-6 tahun) dan anak usia sekolah (7-18 tahun) yang memerlukan layanan pendidikan, di mana mereka berada, dan apa yang mereka lakukan dan mengapa tidak memperoleh layanan pendidikan, jarak ke sekolah, alat transportasi yang digunakan. 

Dari aspek pembangunan bidang kesehatan dan bidang-bidang pembangunan lainnya, SIPBM diharapkan dapat memberikan gambaran tentang proksi kualitas hidup, seperti antara lain: konsumsi garam beryodium, keberadaan, jarak dan penggunaan fasilitas kesehatan, kepemilikan akte kelahiran, kepemilikan kartu keluarga, dan pekerjaan orang tua.

Pada tahapan pelaporan, data dan informasi yang diperoleh diharapkan dapat memberi advokasi tentang bagaimana pembangunan pendidikan, kesehatan, dan bidang-bidang pembangunan lainnya ditindaklajuti dalam bentuk penyusunan rencana aksi desa bersama masyarakat. 

Dengan demikian, data yang telah dihasilkan melalui SIPBM dikembalikan lagi kepada masyarakat dalam bentuk laporan untuk dikaji ulang sehingga masyarakat dapat secara mandiri menuntaskan dan mencari solusi permasalahan pembangunan yang ada wilayahnya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. (BU) 

Posting Komentar