Berbagi Pengalaman Mentoring Jurnalis Warga




Suasana Mentoring Jurnalis Warga 
Untuk memastikan kualitas dan kapasitas Jurnalis warga di desa maka perlukan mentoring, sekaligus untuk refreshing ilmu pengetahuan dan memperkaya referensi mereka dalam melakukan kerja-kerja jurnalistik.

Berikut ini disajikan bahan untuk mentoring jurnalis warga seputar pengetahuan Jurnalistik : Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dari pengertian kedua ini, kita dapat melihat adanya empat komponen dalam dunia jurnalistik: informasi, penyusunan informasi, penyebarluasan informasi, dan media massa.

Jurnalisme warga adalah sebuah terobosan baru dalam bidang jurnalistik. warga tidak hanya menjadi obyek sasaran informasi atau berita yang lebih dikenal dengan sebutan pemirsa, audiens, pemirsa tetapi juga adalah subyek, penyedia informasi juga dengan membuat laporan berita yang bisa dikrim ke media-media yang dipilih warga.

Informasi : News & Views
Informasi adalah pesan, ide, laporan, keterangan, atau pemikiran. Dalam dunia jurnalistik, informasi dimaksud adalah news (berita) dan views (opini). Berita adalah laporan peristiwa yang bernilai jurnalistik atau memiliki nilai berita (news values), aktual, faktual, penting, dan menarik. Berita disebut juga “informasi terbaru”.

Jenis-jenis berita a.l. berita langsung (straight news), berita opini (opinionnews), berita investigasi (investigative news), dan sebagainya.

Views adalah pandangan atau pendapat mengenai suatu masalah atau peristiwa.Jenis informasi ini a.l. kolom, tajukrencana, artikel, surat pembaca, karikatur, pojok, dan esai. Ada juga tulisan yang tidak termasuk berita juga tidak bisa disebut opini, yakni feature, yang merupakan perpaduan antara news dan views. Jenis feature yang paling populer adalah feature tips (how to do it feature), feature biografi, feature catatan perjalanan/petualangan, dan feature human interest.

Foto Jurnalistik :
Foto jurnalistik merupakan foto yang mengandung nilai berita, fungsinya adalah untuk melengkapi teks berita dalam media cetak mau pun media online.

Dalam momen tertentu, acap kali foto jurnalistik hadir sebagai berita tersendiri sehingga disebut foto berita dengan disertai keterangan foto (caption). Foto jurnalistik dibuat oleh seorang pewarta foto atau biasa disebut photojournalist.

Foto berita biasanya ditampilkan pada halaman utama sebuah surat kabar dengan tujuan menarik minat pembaca. Seperti halnya karakteristik berita, foto jurnalistik atau foto berita pun memiliki karakteristik yang hampir sama, yakni aktual, faktual, penting, dan menarik. Selain itu, foto jurnalistik yang bertujuan untuk melengkapi teks berita tentunya harus relevan dengan isi berita yang dilengkapinya.

Foto berita umumnya segera disiarkan karena dikhawatirkan foto akan basi jika disimpan terlalu lama, sedangkan foto feature sifatnya tahan lama sehingga dapat disiarkan kapan saja. Foto berita biasanya bertemakan kriminal, politik, olahraga, dan ekonomi. Sedangkan foto feature umumnya bertemakan hiburan (entertainment).

Hal yang perlu diperhatikan untuk membuat foto jurnalistik:

  • Momen. Momen dalam dunia jurnalistik hanya akan terjadi sekali alias tidak dapat diulang, berbeda dengan fotografer model yang dapat menciptakan momen sendiri.
  • Angle. Angle atau sudut pengambilan gambar sangat penting, karena setiap angle dalam sebuah foto dapat menciptakan persepsi tersendiri bagi orang yang melihatnya.
  • Komposisi. Komposisi foto yang baik akan memudahkan orang yang melihat untuk memahami maksud atau pesan foto yang ingin disampaikan sang fotografer.
  • Pencahayaan. Pencahayaan sangat penting dalam fotografi, karena fotografi adalah seni menangkap cahaya. Seandainya poin satu sampai tiga sudah didapat, apa jadinya jika pencahayaannya kurang atau bahkan berlebihan. Tentu foto akan terlihat gelap atau malah putih semua, sehingga pesan dalam foto tidak tersampaikan.
  • Patuhi kode etik. Mengabadikan atau menyiarkan foto yang berkaitan dengan ranah pribadi seseorang tanpa seizin orang yang bersangkutan tentu dilarang. Jika terjadi, hal ini dapat dituntut secara hukum.

Penyusunan Informasi
Informasi yang disajikan sebuah media massa tentu harus dibuat atau disusun dulu. Yang bertugas menyusun informasi adalah bagian redaksi (Editorial Department), yakni para wartawan, mulai dari Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, Redaktur Desk, Reporter, Fotografer, Koresponden, hingga Kontributor.

Pemred hingga Koresponden disebut wartawan. Menurut UU No. 40/1999, wartawan adalah “orang yang melakukan aktivitas jurnalistik secara rutin”. Untuk menjadi wartawan, seseorang harus memenuhi kualifikasi berikut ini:
1. Menguasai teknik jurnalistik, yaitu skill meliput dan menulis berita, feature, dan tulisan opini.
2. Menguasai bidang liputan (beat).
3. Menguasai dan menaati Kode Etik Jurnalistik.

Konsep proses pembuatan berita (news processing), meliputi:
1. News Planning = perencanaan berita. Dalam tahap ini redaksi melakukan Rapat Proyeksi, yakni perencanaan tentang informasi yang akan disajikan. Acuannya adalah visi, misi, rubrikasi, nilai berita, dan kode etik jurnalistik. Dalam rapat inilah ditentukan jenis dan tema-tema tulisan/berita yang akan dibuat dan dimuat, lalu dilakukan pembagian tugas di antara para wartawan.
2. News Hunting = pengumpulan bahan berita. Setelah rapat proyeksi dan pembagian tugas, para wartawan melakukan pengumpulan bahan berita, berupa fakta dan data, melalui peliputan, penelusuran referensi atau pengumpulan data melalui literatur, dan wawancara.
3. News Writing = penulisan naskah. Setelah data terkumpul, dilakukan penulisan naskah.
4. News Editing = penyuntingan naskah. Naskah yang sudah ditulis haru disunting dari segi redaksional (bahasa) dan isi (substansi). Dalam tahap inidilakukan  perbaikan kalimat, kata, sistematika penulisan, dan substansi naskah, termasuk pembuatan judul yang menarik dan layak jual serta penyesuaian naskahdengan space atau kolom yang tersedia. Setelah keempat proses tadi dilalui, sampailah pada proses berikutnya, yakni proses pracetak berupa Desain Grafis, berupa lay out (tata letak), artistik pemberian ilustrasi atau foto, desain cover, dll. Setelah itu langsung ke percetakan (printing process).

Penyebarluasan Informasi : Yakni penyebarluasan informasi yang sudah dikemas dalam bentuk media massa (cetak). Ini tugas bagian marketing atau bagian usaha (Business Department) sirkulasi/distribusi, promosi, dan iklan. Bagian ini harus menjual media tersebut dan mendapatkan iklan.

Media Massa
Media Massa (Mass Media) adalah sarana komunikasi massa (channel of mass communication). Komunikasi massa sendiri artinya proses penyampaian pesan, gagasan, atau informasi kepada orang banyak (publik) secara serentak.
Ciri-ciri (karakteristik) media massa adalah disebarluaskan kepada khalayak luas (publisitas), pesan atau isinya bersifat umum (universalitas), tetap atau berkala (periodisitas), berkesinambungan (kontinuitas), dan berisi hal-hal baru (aktualitas).

Jenis-jenis media massa adalah Media Massa Cetak (Printed Media), Media Massa Elektronik (Electronic Media), dan Media Online (Cybermedia). Yang termasuk media elektronik adalah radio, televisi, dan film. Sedangkan media cetak –berdasarkan formatnya— terdiri dari koran atau suratkabar, tabloid, newsletter, majalah, buletin, dan buku. Media Online adalah website internet yang berisikan informasi- aktual layaknya media massa cetak.

Produk Utama Jurnalistik: Berita : Aktivitas atau proses jurnalistik utamanya menghasilkan berita, selain jenis tulisanlain seperti artikel dan feature. Berita adalah laporan peristiwa yang baru terjadi atau kejadian aktual yang dilaporkan di media massa.

Tahap-tahap pembuatannya adalah sebagai berikut:
 1. Mengumpulkan fakta dan data peristiwa yang bernilai berita –aktual, faktual, penting, dan menarik—dengan “mengisi” enam unsur berita 5W+1H (What/Apa yang terjadi, Who/Siapa yang terlibat dalam kejadian itu, Where/Di mana kejadiannya, When/Kapan terjadinya, Why/Kenapa hal itu terjadi, dan How/Bagaimana proses kejadiannya)
 2. Fakta dan data yang sudah dihimpun dituliskan berdasarkan rumus 5W+1H dengan menggunakan Bahasa Jurnalistik –spesifik= kalimatnya pendek-pendek, baku, dan sederhana; dan komunikatif = jelas, langsung ke pokok masalah (straight to the point), mudah dipahami orang awam.
 3. Komposisi naskah berita terdiri atas: Head (Judul), Date Line (Baris Tanggal), yaitu nama tempat berangsungnya peristiwa atau tempat berita dibuat, plus nama media Anda, Lead (Teras) atau paragraf pertama yang berisi bagian paling penting atau hal yang paling menarik, dan Body (Isi) berupa uraian penjelasan dari yang sudah tertuang di Lead.

MENGGALI INFORMASI Untuk Liputan

Ada beberapa cara dalam menggali informasi:
1. Dengan menggunakan nara sumber
2. Menggunakan data yang telah ada berupa masukan dari surat kabar, televisi, internet dan buku.
Untuk data melalui nara sumber bisa didapat melalui:
a. Wawancara langsung
b. Liputan hasil presentasi
c. Menggunakan pihak ketiga untuk mengetahui tentangnya. Hasil dari  wawancara langsung adalah merupakan data primer dalam jurnalistik.

Menggali informasi dari data yang tersedia dibuku dan media-media bisa masuk kategori primer atau sekunder. Termasuk dalam data primer manakala data yang didapat murni tulisan yang bersangkutan. Jika mengutip dari media massa maka data itu dari sekunder. Seorang pemburu berita harus berusaha bisa bertemu data primer (orang/objeknya langsung) jika tidak demikian maka tulisan yang muncul kurang bisa dipertanggungjawabkan. Bertemu dengan nara sumber utama mempunyai nilai yang sangat mahal jika dibandingkan dengan sekadar kata orang. Setelah sumber utama yang merupakan kunci berita terkemuka maka permasalahan bisa diurai panjang lebar dan benar.

MEMILIH NARA SUMBER
Sebagai sumber berita yang hidup maka nara sumber adalah sesuatu yang mahal bagi dunia liputan. Para nara sumber bukanlah orang yang mudah untuk ditemui dan sering kali menghindar begitu ada pemburu berita datang. Untuk itu perlu pendekatan yang baik dengan berbagai pihak untuk menuju sasaran yang dituju.

Orang yang disekitar nara sumber adalah sumber berita yang bisa digunakan untuk mengorek nara sumber utama, minimal dari seorang penjaga pintu bisa ditanyakan, kapan sang narasumber tiba dirumah? Dari seorang sopir bisa ditanya agendanya, dari seorang karyawan bisa ditanya bisnisnya dll.dengan medapatkan informasi tersebut (orang dekat) maka bisa menambah data nara sumber.

Kalau untuk wawancara dengan tokoh dan tidak terkait dengan kasus kejahatan harapan untuk bertemu akan lebih muda seperti bertemu dengan politisi, mereka lebih mudah karena mereka butuh sosialisasi. Artis juga begitu halnya. Yang terpenting adalah ketika melakukan wawancara yang tidak menggalinya informasi seperti mengeluarkan pertanyaan yang membuat marah harus dicarikan cara yang lebih halus agar informasi diperoleh tanpa membuat narasumber tersinggung.

Hindari wawancara yuang panjang sebab hal itu membosankan dan narasumber jika orang penting maka dia tidak punya waktu untuk berbicara lebih lama. Usahakan memahami permasalahan secara baik agar anda tidak mengecewakan nara sumber.


Isu Jurnalis Warga yang diangkat
Isu Jurnalis Warga lebih mengarah pada aspek layanan dasar termasuk pelayanan publik baik pada bidang kesehatan, pendidikan, adminduk dan perspektif anggaran. Sedangkan subyek: perempuan dan diffable juga anak (utk isu adminduk).

Isu Kesehatan :
Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi dalam pembangunan kesehatan. Hal tersebut harus dipandang sebagai suatu investasi untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan ekonomi, serta memiliki peran penting dalam upaya penanggulangan kemiskinan

Berbagai permasalahan penting dalam pelayanan kesehatan antara lain disparitas status kesehatan; beban ganda penyakit; kualitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan; pelindungan masyarakat di bidang obat dan makanan; serta perilaku hidup bersih dan sehat. Beberapa masalah penting lainnya yang perlu ditangani segera adalah peningkatan akses penduduk miskin terhadap pelayanan kesehatan, penanganan masalah gizi buruk, penanggulangan wabah penyakit menular, pelayanan kesehatan di daerah bencana, dan pemenuhan jumlah dan penyebaran tenaga kesehatan.

Liputan yang disarankan untuk Kesehatan :
Bagaimana Pelayanan Kesehatan Bagi Penduduk Miskin, Masalah Gizi Buruk, Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit Menular, Kematian Ibu dan Anak, kondisi imunisasi di desa, adakah Penolakan Imunisasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Isu Demam Berdarah, Jamban Sehat bagi Keluarga Miskin, Promosi Kesehatan Ibu dan Anak di Desa, Pernikahan Dini bagaimana, Bagaimana Penganggaran Keuangan Desa bidang Kesehatan
Fokus Sasaran : kelompok marginal (terpinggirkan), baik kaum perempuan, difabel, lansia, maupun keluarga miskin lainnya sebagai korban atau pihak yang dirugikan.

Isu Pendidikan :
Pemerataan pendidikan merupakan isu paling kritis karena berkait erat dengan isu sensitif, yakni keadilan dalam memperoleh akses pendidikan. Memperoleh pendidikan yang layak merupakan hak asasi setiap warga bangsa yang dijamin konstitusi. Maka, pemerintah wajib memberi pelayanan pendidikan yang baik kepada seluruh masyarakat. Keberhasilan pelayanan pendidikan dapat dilihat dari angka partisipasi.

Pendidikan adalah tanda kelas sosial suatu masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikannya semakin tinggi pula strata sosial mereka. Seseorang yang berpendidikan dengan seseorang yang tidak pernah mengenyam pendidikan tentu sangatlah berbeda, maka dari itu betapa pentingnya pendidikan bagi masyarakat.

Isu Pendidikan di Desa :
Bagaimana kondisi anggaran desa untuk pelayanan dasar bidang pendidikan, Adakah Upaya Pengembalian Anak Ke Sekolah ( ATS, APS),  Kegiatan Parenting pada tingkat Pendidikan sekolah Dasar  masih dirasa sangat kurang, Anak Disabilitas untuk belajar, Wajib Belajar 12 tahun bagaimana, Akses Pendidikan, Animo Anak di PAUD, Kejar Paket B bagi anak tidak sekolah

Isu Adminduk :
Salah satu hal yang sangat penting berkaitan dengan status kependudukan seseorang adalah perihal kepemilikan akta kelahiranAkta kelahiran sangat penting karena memuat identitas seseorang saat dilahirkan, yaitu nama, tempat dan tanggal lahir serta nama orang tua.  Tanpa adanya akta kelahiran, status seseorang akan lemah di mata hukum, apalagi jika menyangkut soal hak-hak yang selayaknya didapatkan. Misalkan saja, hak pendidikan, hak kesehatan yang difasilitasi negara atau pun hak-hak administrasilainnya. 

Namun, meski akta kelahiran sangat lah penting ternyata masih ada 50 juta anak Indonesia yang tak memiliki  akta lahir. Dilansir dari hukumonline.compermasalahan administrasi lah yang menjadi kendala atas pembuatan akta kelahiran anak. Misalnya, karena tidak ada perkawinan resmi yang diakui oleh negara sehingga orang tua tidak memiliki surat nikah yang sah. Akibatnya, orang tua tidak bisa membuat akta kelahiran anak. "Kalau tidak ada itu, anak dihukum tidak dapat akta. Kalau tidak dapat akta, itu sapu jagat hak yang seharusnya dia miliki," jelas Arist Merdeka Sirait (22/7), dikutip oleh Vemale dari hukumonline.com.

Sebetulnya, 
akta kelahiran adalah bagian dari hak asasi manusia yang tak bisa dikurangi. Jika seorang anak tak memilikinya, maka ia tak bisa menikmati haknya sebagai seorang warga negara dan tentu hal ini akan menyulitkannya di kemudian hari.

Berdasarkan UU 
Administrasi Kependudukan, yang dimuat dalam Peraturan Pemerinta no. 37 tahun 2007, tiap warga negara harus melaporkan setiap peristiwa kelahiran kepada instansi teknis paling lambat 60 hari setelah kelahiran.

Pemenuhan hak dasar anak bisa terpenuhi dan terlindungi dengan baik apabila terlaksanya akta lahir dan KIA anak secara baik, sehingga adminduk akan menjadi rujukan identitas tunggal oleh pemangku kebijakan di masa mendatang. Ada akta kelahiran, ada KTP, ada pengurusan akta kematian, itu (semua) tidak boleh memungut biaya. Dan semua anggaran itu akan dibiayai pemerintah pusat.

Isu Adminduk :
Berapa anak yang memiliki Akta Kelahiran di Desa/Sekolah, Upaya Desa terkait Cakupan Akta Kelahiran, Layanan Langsung Akta di Desa, adakah Pungutan Administrasi di Desa,  Bagaimana Layanan Adminduk di Desa, Kelangkaan KTP di Desa, Nasib Anak yang tidak punya akta kelahiran, Mahalnya Biaya Pengurusan Akta Kelahiran, Promosi Cakupan Adminduk.

Cara Mudah Meliput Berita Ceremonial

1.    Seorang jurnalis warga akan berbeda kualitas menulis sebuah berita ceremonial ketika dia datang langsung dan mengamati kegiatan yang dikunjunginya hingga selesai, dibandingkan dengan dia datang terlambat.
2.  Saat datang terlambat, maka kita harus menanyakan langsung kepada narasumber untuk diminta statemennya saat acara tersebut. Statemen yang diminta itulah menjadi pembeda antara peliput yang satu dengan yang lain.
3.    Saat diacara ceremonial pertanyaan yang mudah adalah : Lihat ada spanduknya tidak, siapa narasumber yang akan datang, bagaimana statemen penyelenggara kegiatan tersebut, mintakan statemen peserta atas kegiatan tersebut, atau bisa diambil saat ada penanya (tulis nama penanya dan apa jawaban atas pertanyaan tersebut).
4.    Acara berapa hari, siapa saja yang diundang, maksud dan tujuan acara tersebut untuk apa, mengapa acara tersebut di selenggarakan, tulis tanggal kegiatan, catat tempat penyelenggaraan, kemudian adakah rencana tindak lanjut acara tersebut.
5.    Ambil foto dalam bentuk landcape di 3 titik. Dari belakang, dari samping, dan dari depan terlihat peserta. Hindari foto selfi.
6.    Berita ceremonial akan berbobot jika ada bobot teori atas referensi kegiatan yang dilaksanakan. Contohnya berita sosialisasi pencegahan stunting, maka cari referensi 1 alenia atau dua alenia dari sumber terpercaya tentang apa itu stunting dari sisi keilmuan.
7.    Usahakan menulis berita online minimal 4 alenia, dan ambillah yang terpenting, penting, kurang penting, tidak penting. ( piramida terbalik)

Cara mudah Meliput Berita Feature
1.    Ambillah Foto Jurnalistik dalam bentuk landcape dari 3 sudut pengambilan.
2. Ceritakan kondisi yang ada saat melakukan peliputan, imaginasi penulis memiliki kekuatan pemberitaan yang berbobot, apalagi jika penulis memiliki khasanah tulisan atau referensi bahasa kiasan atau bahasa deskriptif yang banyak, maka penulisan feature membikin pembaca bolak balik membaca pun tidak basi.
3. Kaidah 5W+1H tetap dilaksanakan. Usahakan pembaca bisa merasakan apa yang dirasakan oleh seorang penulis saat berada di lapangan.
4.    Tulisan feature bisa lebih dari 6 alenia. Semakin sedikit penulisan feature sangat jelek kualitas penulisanya, semakin panjang tulisan feature jika peliput itu merasakan langsung. Contohnya peliput ikut studi banding wisata di salah satu kota, karena dia merasakan alur studi banding sehingga bisa menulis dan merasakan kekuatan tulisannya.

Cara Mudah Meliput Berita Investigasi :

1.    Harus ada sasaran atau bidikan yang ingin di tuju
2.    Harus ketemu narasumber yang dibidik, jika dia tidak mau melakukan komentar atau statemen ya tulis saja sesuai dengan kondisi saat ditemuai, misalnya Narasumber tidak bisa ditemuai (no comment) atas pemberitaan tersebut.
3.    Kaidah penulisan investigasi harus ada kronologi alasan pengambilan judul yang ditulis.
4.    Harus berimbang antara narasumber yang pro dan kontra, penulis tidak boleh subyektif atas pemberitaan yang hanya sepihak.
5.    Berita investigasi bisa bersambung.

Cara Mudah Meliput Berita Kasuistik
1.    Harus ada isu yang akan diangkat
2.    Biasanya berita itu memiliki dampak yang kuat untuk perubahan
3.    Narasumber harus berimbang (obyektif) antara penerima program atau pelaksana program. Contohnya ada kasus anak polio. Maka narasumber dari keluarga yang kena polio, kemudian narasumber berikutnya dari Dinas Kesehatan atau Puskesmas atau Bidan Desa setempat. Terkait masalah Isu Permintaan Kursi roda misalnya. Maka Narasumber diambil dari Keluarga yang butuh kursi roda, sudah berupaya sebelumnya namun tidak dapat hingga sekarang, tanyakan juga bagaimana respon dari Pemerintah Desa terkait bantuan kursi roda tersebut.
4.    Kaidah penulisan 5W+1H tetap dilaksanakan
5.    Jika belum pasti akan data atau statemen maka seorang penulis/peliput harus menulis patut di duga, atau dugaan sementara.....
6.    Foto bisa model ilustrasi atau bisa juga foto lain yang mendekati judul.
7.    Ingat berita kasuistik ini sebenarnya sangat diminati pembaca, namun sering juga peliput mendapatkan cemoohan dari orang lain jika yang diberitakan itu tidak benar.
8.    Usahakan peliput berita menulis berita hoak. Karena tidak ada narasumber tapi hanya dapat informasi dari orang lain dan orang lain itu tidak melihat langsung atau tidak ada bukti langsung bahwa yang bersangkutan memang berada di lapangan saat kejadian.

Meliput Berita Potensi Desa ( contoh usaha Keripik Pisang )
1.    Foto potensi desa produk yang akan diliput. Ambil dari 3 sudut
2.    Berapa lama usaha itu digeluti.
3.    Punya dampak tidak bagi keluarganya,
4.    Apa ciri khas potensi desa tersebut dianggap unggul
5.    Ceritakan usaha yang digeluti tersebut sudah berapa lama,
6.    Bagaimana proses produksi dari bahan baku hingga sudah barang jadi dan dipasarkan
7.    Kendala apa yang terjadi selama ini
8.    Masihkah ada perhatian dari Pemerintah terkait usaha tersebut
9.    Ceritakan nilai jual produk tersebut jika beli barang baku hingga sudah jadi
10. Keuntungan yang didapat digunakan untuk apa, apakah ada alokasi untuk pembiayaan kesehatan atau pendidikan atau pemenuhan hak anak
11. Modal sekarang dari mana saja, dan untuk menutupi pesanan yang banyak, modal didapat dari mana lagi.
12. Mintakan kontak handphone barangkali ada pemberitaan yang kurang sehingga bisa konfirmasi.


Pengisin Liputan :

Judul Liputan               : ...............................................................................................
Isu Pilihan                     : ( ....) Pendidikan
                                        : (.....) Kesehatan
                                        : (.....) Adminduk
                                        : (.....) Anggaran
Narsum                          : ................................................................................................
                                        : ................................................................................................
                                        : ................................................................................................
5 W + 1 H                       : What/Apa yang terjadi,
                                        : Who/Siapa yang terlibat dalam kejadian itu,
                                        : Where/Di mana kejadiannya,
                                        : When/Kapan terjadinya,
                                        : Why/Kenapa hal itu terjadi, dan
                                        : How/Bagaimana proses kejadiannya)
Isi Liputan di sini          :
 
Kontributor                    : ................................ Jw........................

Editor                              : .............................................................

Posting Komentar