282 Anak Tidak Sekolah Bisa Kembali Bersekolah

Pemberitaan di Radar Tegal Ribuan Anak Tak Sekolah - Foto istimewa
Hingga 7 Oktober 2017 tercatat ada 282 Anak sudah dikembalikan ke Sekolah melalui Jalur Formal, ini upaya dan kerja kerasnya tim gerakan kembali bersekolah Kabupaten Brebes beserta tim GKB tingkat Kecamatan yang didukung oleh semua Kepala Desa dan organisasi masyarakat. Mereka tanpa kenal lelah bahkan penuh semangat untuk mendukung percepatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Brebes. 
Sebaran Kecamatan yang telah melakukan pengembalian anak ke sekolah yakni : Brebes 11 anak, Wanasari 20 anak, Bulakamba 9 anak, Ketanggungan 4 anak, Losari 2 anak, Kersana 2 anak, Banjarharjo 38 anak, Larangan 63 anak, Jatibarang 40 anak, Songgom 55 anak, Tanjung 38 anak, dan Paguyangan 11 anak, sedangkan Kecamatan yang lain belum ada laporan perkembangan pengembalian anak ke sekolah. 

Roadshow yang dilakukan oleh Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE beserta tim GKB serta SKPD Pengampu Pendidikan di setiap kecamatan dan saat rapat koordinasi dihadiri lengkap semua perwakilan baik dari pengambil kebijakan ditingkat Kecamatan (Camat, Danramil, Kapolsek, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, FMPP Kecamatan, Kepala Desa, Ketua Organisasi Masyarakat, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama membuktikan bahwa animo masyarakat untuk mensukseskan gerakan kembali bersekolah sangatlah tinggi. 


Proses pengembalian anak ke sekolah pun tiap Kecamatan memiliki cara yang berbeda-beda, ada yang melalui kunjungan langsung ke rumah anak yang tidak sekolah tersebut, mereka membujuk, merayu dan memotivasi dengan menghadirkan kepala desanya, ada yang harus di datangi dengan Babinsa atau Babinkamtibmas, ada juga yang melalui tim lengkap yakni Camat, Kepala Desa, FMPP Desa, FMPP Kecamatan, Babinsa, Babinkantibmas. Namun ada juga melalui organisasi Fatayat dan Jurnalis Warga. Mereka dengan berbagai tantangan dalam membujuk dan merayu orangtua dan anaknya agar kembali bersekolah. 

Penganggaran gerakan kembali bersekolah bersumber dari dana swadaya masyarakat melalui proses penggalangan dana infaq, shodaqoh dan donasi yang tidak mengikat, namun upaya Pemerintah Kabupaten ke depan disamping akan mengalokasikan dana rapat koordinasi dan pendampingan ke sekolah dan penerima manfaat juga membuat terobosan kebijakan agar pihak desa beserta masyarakat desa berkenan mengalokasikan sumber keuangan desanya untuk keberpihakan pada nasib anak di desanya yang belum beruntung ini. 

Regulasi pun sudah dibuat dan disusun dari berbagai elemen agar rancangan peraturan bupati tentang percepatan tuntas wajar dikdas bisa ditetapkan oleh Bupati, sehingga nantinya bisa menjadi aspek hukum bagi pihak-pihak yang membantu proses pengembalian dan percepatan tuntas wajar dikdas 9 tahun. 

Semoga nasib anak 7-15 tahun di Kabupaten Brebes yang tidak sekolah, tidak lanjut bisa merasakan nasib yang sama dengan mereka yang sudah bersekolah. catatan harian penulis, Sabtu 7 Oktober 2017 

Penulis : Bahrul Ulum Ketua Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Brebes


Posting Komentar