Forum Anak Cikuya Kunjungi Anak Putus Sekolah


Forum Anak Desa Cikuya Banjarharjo Kunjungi rumah Nanda Amelia Putri agar kembali bersekolah

Cikuya (penaulum.com)  - Untuk memastikan semua anak kembali bersekolah di desanya, setelah terbentuk kepengurusan forum anak Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, beberapa personil anak mengunjungi dua anak yakni dicky dan  nabdadi rumahnya yakni dukuh kopi. Mereka ingin memberikan motivasi belajar kepada temannya yang sudah 2 bulan ini putus sekolah. 

Ditemui dirumahnya, Ketua Forum Anak Cikuya Aditya Nur Ikhwanudin mengatakan, sementara ini ada dua anak yang bisa ditemui, yakni Dicky Wahyudi dan Nanda. Kronologi awal Dicky wahyudi masuk sekolah di SMP Negeri 2 Banjarharjo. Baru masuk sebulan, dengan alasan pusing pada pelajaran sekolah menurutnya, lalu ia mogok tidak mau sekolah.  Pihak sekolah sebenarnya masih menerima jika dicky kembali bersekolah, bahkan pihak wali kelasnya pun serta pihak guru Bimbingan Konseling melakukan kunjungan ke rumahnya berulang-ulang, untuk merayu agar Dicky bisa sekolah lagi.

 " Sebagai Bapak, ingin anaknya pandai, tetap sekolah, tapi ternyata  hingga sekarang sudah dimotivasi bentuk apapun, belum ketemu keinginan kembali ke sekolah, padahal jika saat pagi hari anak sekolah diusianya berangkat ke sekolah, anakku hanya dirumahnya, paling jika bermainpun ke rumah simbahnya dan bibinya, berawal minta sepeda motor, sudah dibelikan, malah tetap tidak mau ke sekolah," ungkap Amin selaku Bapaknya Dicky.

Sementara ditempat terpisah, jarak 500 meter dari rumah Dicky, ada Nanda Amelia Putri RT 03/03 Dukuhkopi pun putus sekolah karena kesulitan biaya, Bapaknya sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.

" Sekarang nanda hanya pasrah bersama  Ibunya Anilah, karena terbatas pendapatan keluarganya, hanya bisa untuk makan sehari-hari keluarganya, akhirnya nanda berhenti di kelas 1 SMP," ungkap ibunya nanda  Anilah saat dikunjungi pengurus Forum Anak Desa Cikuya. Minggu (25/9).

Anilah menambahkan, untuk berangkat dari desa ke lokasi sekolah kurang lebih empat kilometer dan  kebiasaan anak desa cikuya naik motor atau angkutan umum, dengan merogoh kocek pulang pergi per hari 4 ribu belum lagi untuk uang saku sekolahnya, jika di kalkulasi utk transport 1 bulan saja  Rp 104.000.

" Nanda sebenarnya ingin sekolah lagi, nasib keluarga yang pas-pasan inilah menjadi penghambat, mungkin bila ada orangtua asuh untuk anaknya bisa sekolah, rahasia ilahi lah yang bisa menjawabnya, orangtua hanya berdoa," imbuhnya.

Selanjutnya, setelah diberikan motivasi dari perwakilan forum anak dan pengurus Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Kabupaten Brebes, kita bantu upayakan dalam waktu dekat, untuk nanda dimungkinkan bisa kembali bersekolah.

" Nanda mendapatkan orangtua asuh dari Ketua Pengadilan Negeri Brebes, melalui Whatapps selulernya, mengabari jika tahun ini dibantu pembiayaanya, " ungkap Bahrul Ulum selaku ketua FMPP Brebes.

Pihaknya, juga sudah ketemu langsung di sekolah SMP 2 Banjarharjo saat ada kegiatan disekolah. " Senin, nanda beserta ibunya akan diantar ke sekolah, dan pihak sekolah pun akan siap membebaskan biaya jika anak tersebut statusnya yatim," imbuhnya.

Ulum berharap, semoga nasib dicky pun mau kembali bersekolah seperti keinginan besarnya Nanda yang ingin kembali bersekolah. (BU)


Posting Komentar