Cakupan Imunisasi MR Brebes 98,03 Persen, Lampaui Target



Cakupan Data Imunisasi MR di Kabupaten Brebes hingga 29 September 2017 - Foto BU
Brebes (penaulum.com) - Target cakupan imunisasi Measless Rubella (MR) pada tahap pertama (1 Agustus-30 September 2017) di Kabupaten Brebes sudah melampaui target Nasional yakni 95%. pasalnya berdasarkan data dari Pusdatin, sejak 1 Agustus hingga 29 September 2017 cakupan imunisasi Kabupaten Brebes sudah mencapai 98,02%.

Masih ada sisa satu hari untuk mengejar target 100 %. Puskesmas masih diminta untuk melakukan sweeping atau pencarian anak yang belum diimunisasi agar capaian meningkat. Target capaian dimaksudkan agar eliminasi campak dan pengendalian rubella dapat terwujud pada 2020.

Kasi Imunisasi Dinas Kesehatan H. Syaefudin, S.KM mengatakan, saat tanggal 27 September 2017 memang Kabupaten Brebes masih belum mencapai target yang ditentukan 95%, namun setelah dilakukan pemetaan di 10 puskesmas yang prosentasenya dibawah target dengan mengundang mereka untuk berdiskusi dan menyelesaikan target akhirnya Brebes bisa melampaui target. Cakupan untuk 38 puskesmas di Kabupaten Brebes rata-rata sudah diatas 95%, hanya ada satu puskesmas yang masih cakupannya dibawah 95% yakni Puskesmas Cikakak. 

" Kunjungan Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, SE dilokasi desa paling banyak penolakan yakni Desa Sawojajar, Kecamatan Wanasari kemarin malam, berdampak secara signifikan, karena tadinya orang tua menolak untuk diimunisasi, paginya semua anak sebanyak 241 bisa diberikan imunisasi," ungkapnya, Jumat (29/09/2017). 

Tercatata dari data Pusdatin, sejak 1 Agustus hingga 27 September 2017 cakupan imunisasi di Pulau Jawa mencapai 96,02%. Cakupan di DKI Jakarta mencapai 2,446,569 anak (85.72), Jawa Barat 12,112,181 anak (91.83%), Jawa Tengah 7,839,325 anak (102.72%), DI Yogyakarta 775,484 anak (93.98%), Jawa Timur 8,468,640 anak (103.06%), dan Banten 3,322,185 anak (85.64%).

Pemberian imunisasi dilakukan melalui dua fase. Fase pertama dilakukan pada Agustus sampai September 2017 di seluruh provinsi di Pulau Jawa, fase kedua akan dilakukan di bulan yang sama pada 2018 di luar Pulau Jawa.

Pemberian imunisasi MR ini penting dilakukan karena sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit rubella. Imunisasi MR diberikan untuk melindungi anak Indonesia dari penyakit kelainan bawaan seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kelainan jantung dan retardasi mental yang disebabkan adanya infeksi rubella pada saat kehamilan. ( BU ) 

Posting Komentar