Tamu Londo Masih Jadi Pusat Perhatian

Mr. Beard Denmark Saat berada di Desa Lembarawa Pengambilan Gambar Bawang Merah


Kedatangan tamu dari Unicef Denmark ke Kabupaten Brebes ternyata menyita perhatian para warga baik di desa maupun di kota. Semua umur ingin mengabadikan pertemuan tersebut melalui pengambilan gambar, seorang ibu yang lagi hamil pun ingin berfoto dengan harapan biar jabang bayi nantinya bisa meniru pinter dan tingginya, begiti pula anak-anak sekolah baik pelajar putri maupun putra, denger ada bule dan artis yang unik, mereka sengaja datang dimana tim ini mengambil film dan gambar, ada yang ingin selfie ada juga yang takjub dengan warna kulit, mata dan juga rambut serta jenggotnya. 

Saat berada di Desa Tengki, di rumah kediaman Muhammad Afnan saja puluhan ibu dan anak-anak sengaja datang dan menyaksikan proses pengambilan foto dan film dokumenter. Termasuk saat berada di sekolah TK Pertiwi, dari perangkat desa, anak sekolah dan warga masyarakat pun ingin melihat secara langsung pengambilan film dokumenter tersebut.Kondisi seperti ini juga sama saat berada di Madrasah Diniyah Futuhiyyah Kelurahan Limbangan Kulon pun disambut meriah dan ingin berfoto bersama. 

Agak berbeda memaang untuk pusat perhatian ketika berada di masyarakat baik dikota dibandingkan dengan desa. Saat berada di kota seperti di alun-alun tegal, pasar pagi, maupun di kompleks stasiun tegal, driver ojeg online gojek sengaja berhenti sejenak untuk mengabadikan moment yang unik dan menarik, apalagi seumur hidup baru melihat ada artis bule dengan jenggot hampir 1 meter lebih. " Ajib kok jenggot dan artisnya tinggi binget, apalagi warna kulit dan mata serta hidung sangat bagus, jadi ingin berfoto selfie dan nanti mau saya cetak dan dipigura, jarang lho bisa ketemu artis denmark seperti ini," ungkapnya kepada penulis saat pengambilan gambar di alun-alun tegal, Selasa (22/08/2017). 

Hal yang unik lagi saat berada di Desa Lembarawa Kecamatan Brebes, ratusan warga langsung datang ketika dengar ada bule atau wong londo datang ke daerahnya, karena penasaran akhirnya mereka keluar rumah dan ingin menyaksikan secara langsung. Sehala usia ada datang berbondong-bondong, saat pengambilan dengan mesin aircraft mereka langsung takjub, ada pesawat kecil yang muter-muter di wilayah desanya, saat ditanya pernah melihatnya, mereka menjawab belum pernah, hanya baru hari ini melihat kok ada pesawat kecil bisa berkeliling di udara. " Saya kira itu mainan, ternyata itu bisa untuk mengambil gambar buat film, ajib pol," ungkap ibu darmi warga lembarawa. 

Tujuan pengambilan gambar dari Unicef Denmark ternyata untuk dibuat film dokumenter di negaranya, pengambilan di Kabupaten Brebes karena Unicef Indonesia sudah lama bekerjasama dengan Pemerintah Brebes sehingga apa yang ditemui secara langsung baik di Desa Tengki, Kelurahan Brebes, bisa menjadi bahan bagi pendidikan anak usia dini di negara Denmark. Pengambilan gambar pada obyek nilai budi pekerti, sopan santun, budaya, dan juga pendidikan moral bagi anak di sekolah, pendidikan orangtua saat di rumah, dan permainan apa yang ada di sekolah dan lingkungan dimana anak.tersebut belajar," tandas  Nugroho spesialis education Unicef Indonesia.

Tim  Denmark yang di ketuai mrs. Anne mengapresiasi dengan keragaman budaya di Kabupaten Brebes, termasuk banyaknya temuan yang menarik dan bisa direplikasikan di negaranya.(BU)



Posting Komentar