Best Practise Pencegahan Stunting di Kabupaten Brebes


Pengukuran Normal, Stunting, Wasting, Underweight

Rilis data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiksinan Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia tahun 2017 menyebutkan bahwa Prevelensi Stunting di Kabupaten Brebes  dari 100 Kabupaten/Kota Prioritas di Indonesia menunjukkan angka sebesar 69.201 balita atau 43,62 persen dari Jumlah populasi Penduduk tahun 2016 sebesar 1,787.000. Prosentase ini lebih baik dibandingkan dengan Kabupaten tetangga yakni Blora (55,06 atau 35.861 dari penduduk 855.000), dan Kabupaten Grobogan (54,97 persen atau 62.847 balita dari jumlah penduduk 1.357.000), serta Kabupaten Pemalang yakni 46,28 persen atau 57.370 dari jumlah penduduk sebesar 1,292.000.  

Kerdil (stunting) pada anak mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak Balita (Bawah 5 Tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang di masa depan. 

Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Masyarakat Umum, dan lainnya. Presiden dan Wakil Presiden berkomitmen untuk memimpin langsung upaya penanganan stunting agar penurunan prevalensi stunting dapat dipercepat dan dapat terjadi secara merata di seluruh wilayah Indonesia. salah satunya dengan melakukan intervensi 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting).

Prestasi penanganan stunting akan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan pembangunan daerah bersama tingkat kemiskinan, ketimpangan dan IPM, Menjadi dasar alokasi Insentif daerah, dimana ada Peraturan Pemerintah Nomor 12 tahun 2017 Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Terdapat juga penguatan peran pemerintah Provinsi sebagai wakil pemerintah pusat dan Perpres 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). 

Strategi Pencegahan stunting yang pernah di lakukan di Kabupaten Brebes sejak tahun 2012 hingga 2016 yakni melalui tiga pendekatan yakni Koordinasi, Peningkatan Kapasitas, dan Komunikasi. Strategi ini dianggap sangat holistik untuk percepatan pencegahan stunting. 

Untuk Koordinasi yang dilakukan daerah adalah Penyusunan Rencana aksi daerah penanggulangan gizi (RADPG), Penyusunan Surat Keputusan bupati untuk tim koordinasi PKH tingkat kabupaten, penyusunan Pedoman operasional PKH Prestasi, Koordinasi di tingkat pusat dan daerah, penyusunan Baseline survey di Brebes pada bulan Oktober 2012, Pelaksanaan Formative research, Penyusunan alat monitoring FDS kesehatan, dan Sosialisasi program PKH Prestasi tingkat kabupaten dan kecamatan. 

Sedangkan untuk strategi Peningkatan Kapasitas yang dilakukan yakni melatih petugas Kesehatan meliputi Pelatihan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) bagi 10 Puskesmas/8 Kecamatan, Pelatihan Makanan pendamping Air Susu Ibu (MP ASI), sudah semua Puskesmas sebanyak 100 tenaga kesehatan  terdiri atas unsur Dinas Kesehatan Kabupaten, Bidan Koordinator,  bidan puskesmas dan petugas gizi, Pelatihan tentang Pemantauan pertumbuhan untuk tenaga kesehatan (sudah semua Puskesmas sebanyak 80 orang terdiri atas DKK, bikor, bidan puskesmas dan petugas gizi), Pelatihan Air Susu Ibu (ASI) (sudah semua Puskesmas sebanyak 90 orang terdiri atas bidan koordinator dan petugas gizi). 

Pelatihan suplementasi gizi mikro, taburia, MMN, Zn dan deworming (sudah semua Puskesmas 80 orang yaitu DKK, Bikor dan petugas gizi), Pengukuran tinggi/panjang badan Balita melalui PSG, pemberian taburia, Zink (pada anak baduta diare) dan MMN (pada ibu hamil dan ibu nifas), Desiminasi informasi PKH Prestasi pada Kepala Puskesmas dan pejabat di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten, Review PMBA bagi fasilitator Monev PMBA dari Kabupaten ke puskesmas, Pembuatan buku modul pedoman  paket gizi (pelatihan, obat, sarana/prasarana), Review PMBA bagi Master of trainer, Magang fasilitator PMBA di DKK Klaten (4 orang). 

Pelatihan kapasitas Bagi kader adalah Pelatihan PMBA kader sejumlah 200 kader posyandu (@10 kader per desa di 20 desa) dan Jambore kader PMBA posyandu. 

Peningkatan kapasitas bagi pendamping PKH Pelatihan FDS Kesehatan (semua pendamping baik lama dan baru), Pelatihan TOT Kesehatan dan gizi 12 orang (Dinas Kesehatan, Bappeda, Dinsosnakertrans), Pelatihan Kesehatan dan gizi bagi pendamping (Pendamping PKH lama). 

Peningkatan bagi tokoh agama adalah Pelatihan Kesehatan dan Gizi (150 Kyai dan Nyai), bagi jurnalis warga yakni Pelatihan Kesehatan dan Gizi untuk Jurnalist (sebanyak 30 orang). 

Untuk strategi komunikasi adalah publikasi di media cetak, online dan media sosial, termasuk bagaimana keterlibatan masyarakat dalam menyuarakan kesehatan ibu dan anak. 

Untuk  Sasaran intervensi stunting adalah Anak usia kurang dari dua tahun dan Ibunya, dengan melakukan Konseling individu terkait pemberian makan yang sehat, termasuk menyusui dan pemberikan makanan tambahan, diintegrasikan dengan monitoring pertumbuhan di tingkat Posyandu. Pemberian taburia untuk meningkatkan kandungan gizi pada makanan tambahan yang diberikan di rumah. Pemberian oralit dan tablet zinc untuk anak yang diare, Pemberian obat cacing,Pendidikan Gizi dan kesehatan pada  sesi pertemuan bulanan (FDS). 

Sedangkan untuk sasaran Ibu Hamil meliputi Konseling individu tentang gizi ibu hamil yang diintegrasikan dengan pemeriksaan kehamilan. Pemberian tablet mikronutrien selama masa kehamilan. Pendidikan Gizi dan kesehatan pada sesi pertemuan bulanan (FDS). 

Semua strategi yang terbangun harus holistik dan tidak parsial, selama pengampu kebijakan dan pengambil kebijakan serta komponen masyarakat tidak saling memperkuat, maka pencegahan stunting akan sia-sia belaka, perubahan bisa dimulai dari sekarang untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, ceria. 

Penulis adalah salah satu fasilitator pencegahan stunting yang pernah mendampingi di Kabupaten Brebes sejak tahun 2012 hingga 2016. (Bahrul Ulum)

Posting Komentar