Berqurban Harus Ada Tekad, Teguh dan Pengorbanan


Berqurban Merupakan Bentuk Kepedulian Terhadap Sesama

Keteguhan, Ketekadan dan Pengorbanan harus dimiliki oleh setiap Insan Manusia yang menjalankan syariat Nabi Ibrahim, dimana sejarah mencatat lewat keteguhan, ketekadan dan pengorbanan yang tinggi kepada Allah SWT, dalam mimpinya Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih putranya yang bernama Ismail. Saat mimpi tersebut disampaikan kepada Ismail, ternyata Ismail lah yang memberikan keyakinan kepada Ramanda nya ini. Jangan takut dan harus percaya bahwa apa yang dimimpikan itu harus dilaksanakan. Akhirnya hari yang sudah ditentukan, setelah melaksanakan ibadah sholat idhul Adha, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Allah SWT. Saat prosesi dilaksanakan, Allah memerintahkan kepada malaikat jibril dengan mengganti posisi ismail menjadi domba, dengan mengumandangkan takbir, dan ucapan bismillahirrohmanirrokhim seraya memanjatkan doa, domba yang sudah ada tersebut, langsung disembelih dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin di sekitarnya. 

Sebuah makna yang sangat dalam, syariat Nabi Ibrahim ini sekarang menjadi tuntunan bagi umat Nabi Muhammad SAW, bahwa untuk melaksanakan perintah berqurban, setiap muslim harus punya niat, keteguhan dan ketekadan serta pengorbanan yang besar. Mereka yang sudah mampu untuk berbagi rezeki kepada umat yang mengalami kesusahan terlebih memberikan daging qurban. Bagi mereka yang sudah berqurban, Allah akan melipatgandakan pahalanya lewat rezeki yang tidak terduga, bisa lewat rezeki yang berbentuk harta maupun rezeki yang bentuk lainnya. 

Hewan yang diqurbankan pun tidak boleh hewan yang tidak disyariatkan, sapi, lembu, kerbau atau domba lah yang bisa diqurbankan. Syariat qurban pun hanya 3 hari setelah pelaksanaan sholat idhul adha. Mereka diperbolehkan menyembelih hewan tersebut dan dibagikan kepada yang berhak. Bagi yang berqurban bisa mendapatkan daging atas hewan yang diqurbankan, namun bila tidak ingin daging juga tidak apa-apa, tergantung niat dan keikhlasan orang yang berqurban. 

Qurban boleh di berikan kepada nama dirinya sendiri dan juga kepada orang lain yang sesuai dengan niat dan tasyarufnya. Orang yang berqurban pun boleh memanggil tukang jagal kambing atau sapi dan pelaksanaanya boleh di rumah sendiri atau di berikan kepada panitia qurban, dengan catatan daging setelah di taruh diplastik dan ditimbang segera dibagikan kepada yang berhak, diutamakan kepada warga yang membutuhkan baik itu yang fakir miskin maupun lingkungan sekitarnya. 

Sebaiknya hewan yang diqurbankan itu adalah hewan yang memenuhi syarat baik syarat kesehatan maupun syariat islam. Semua daging, kulit, kepala dan kaki domba atau sapi harus dibagikan kepada mereka yang membutuhkan, menjual sebagian daging diolehkan dengan catatan jika daging atau paket yang sudah diterima kepada penerima daging, karena pihak penerima ternyata membutuhkan financial, daging tersebut boleh dijual kepada sanak familinya. Tetapi tidak dibenarkan jika panitia menjual kulit, kepala dan kaki hewan qurban dengan dalih biaya kepanitiaan. Operasional penyembelihan qurban harus ditanggung oleh pihak qurban, makanya setiap orang yang berqurban harus membayar biaya penyembelihan qurban, plastilk, dan biaya dostribusi paket daging tersebut. 

Panitia juga tidak diperkenankan untuk mengganti biaya kulit, kepala atau kaki kambing atau sapi ke wujud daging yang dibelinya dipasar karena status daging yang digantikan itu bukan daging qurban. Berhati-hatilah dalam menjalankan kepanitiaan hewan qurban. 

Setelah anda menikmati hewan qurban, seperti makan daging kambing maka disarankan sebelum 2 jam setelah makan daging tersebut, jangan langsung tidur, termasuk minum atau konsumsi makanan yang mengandung kalori tinggi contohnya sirup atau minuman teh manis atau asrep. Baiknya air putih. 

Semoga kesehatan anda tetap terjaga dengan baik, dan semoga tulisan ini bermanfaat. Jumat (1/8/2017). Bahrul ulum

Posting Komentar