Kepala BPS Brebes : Mencacah Berbeda dengan Melukis

Pelatihan 3 Hari Mitra BPS untuk Mencacah Sakernas - Foto BAS


Tegal (penaulum.com) - "Seorang mitra Badan Pusat Statistik  (BPS) yang bertugas mencacah adalah hampir sama dengan tukang foto zaman dahulu, yang memotret sesuai aslinya,". Demikian dikatakan Kepala BPS Kabupaten Brebes, Muh. Saichudin,Ssi.Msi dalam pembukaan Pelatihan Survey Angkatan Kerja Nasional  ( Sakernas) di Hotel Riez Palace Tegal, Jumat (7/7). Kegiatan ini diikuti oleh 48 Mitra BPS, mereka dilatih selama 3 hari (07-09 Juli 2017) agar mahir dalam mencacah responden rumah tanggal di Kabupaten Brebes. 

Lebih Saechudin, seorang pencacah jangan menjadi pelukis, karena pelukis hanya dengan berimajinasi sudah bisa menghasilkan karya. "Tugas pencacah harus turun langsung ke respondennya, melihat, mendata dan memfoto apapun hasilnya," tambahnya.

Dia juga berpesan kepada petugas untuk memanfaatkan awal kerja dengan baik, melaporkan secara mencicil dan bekerja dengan baik dan benar. Karena hasilnya nanti akan mempengaruhi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Product Domestic Regional Bruto (PDRB), Kemiskinan dan Gini Ratio ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah.

Sakernas merupakan salah satu sumber data ketenagakerjaan  yang penting di Indonesia. Data hasil Sakernas banyak digunakan berbagai kalangan, baik didalam maupun luar negeri. Karena hanya data Sakernas yang dirancang untuk mengumpulkan data yang dapat menggambarkan keadaan umum ketenagakerjaan. 

Sementara itu, salah satu Instruktur Daerah (Inda) Sakernas,  Achmad Zen , mengatakan bahwa mitra BPS harus mengutamakan kejujuran dalam mensurvey agar dihasilkan yang valid dan akurat. Agar diperoleh estimasi dan indikator ketenagakerjaan yang benar.

"Apabila mitra BPS dalam bekerja asal-asalan tidak door to door maka akan menghasilkan data yang asal-asalan," katanya.

Data yang digunakan nantinya sangat penting untuk perencanaan, evaluasi dan peningkatan pembangunan. Tentu ini akan sejalan dengan motto BPS yaitu Profesional, Integritas dan Amanah.

"Bekerjalah sebaik mungkin dalam mencacah, karena satu responden akan mewakili 740 an rumah tangga yang ada di Kabupaten Brebes. Tentunya jika terjadi kesalahan dalam mencacah, pemerintah akan membuat kebijakan yang tidak sesuai kondisi di masyarakat," pungkasnya. ( Bas/BU)

Posting Komentar