Waktu Adalah Inspiratif Hidup, Gunakan dengan Disiplin


Sebuah inspirasi dari tulisan status di Facebook Prof. Dr. Anas Saidi yang penulis kutip, bagi sebagian orang waktu adalah uang. Bagi yang lain waktu adalah ilmu. Bagi yang lain pula waktu adalah proses menunggu kematian. Tempat membunuh kejenuhan. Mengulang- mengulang kerutinanan. Adakalanya waktu adalah sebuah kemewahan. 24 jam sehari tidaklah cukup untuk memenuhi hasrat. Adakalanya waktu begitu membosankan. Berputarnya begitu lambat untuk menunggu perubahan. Waktu hanyalah pencatat peristiwa. Ia buhan hakim dari seluruh tindakan. Harga termahal dari waktu adalah cara pemaknaannya. Menyia-nyiakan waktu merupakan harga termahal dalam kehidupan. Kelak jika waktunya  tiba, ia hanya berkewajiban menyodorkan rapor kita. 
Gunakan Waktu dengan Baik, Biar Hidupmu Bermakna

Sedangkan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) Waktu, adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Dalam hal ini, skala waktu merupakan interval antara dua buah keadaan/kejadian, atau bisa merupakan lama berlangsungnya suatu kejadian. Untuk mengukur skala waktu yang berlangsung sangat cepat (di dalam dunia elektronika dan semikonduktor), kebanyakan orang menggunakan satuan mili detik (seperseribu detik), mikro detik (seper satu juta detik), nano detik (nanoseconds), piko detik (picoseconds), dst.

Dalam dunia fisika, dimensi waktu dan dimensi ruang (panjang, luas, dan volume) merupakan besaran pengukuran yang mendasar, selain juga massa dari suatu benda (time, length and mass). Gabungan dari waktu, ruang dan massa ini dapat dipakai untuk menceritakan dan menjelaskan misteri alam semesta secara kuantitatif (berdasarkan hasil pengukuran). Misalnya tenaga (energi) dinyatakan dalam satuan ukuran kg*(meter/detik)kwadrat atau yang sering kita kenal sebagai satuan watt*detik atau joule.

Sedangkan dalam pandangan sebagaian masyarakat memiliki pandangan yang relatif berbeda tentang waktu yang mereka jalani. Masyarakat Barat melihat waktu sebagai sebuah garis lurus (linier). Konsep garis lurus tentang waktu diikuti dengan terbentuknya konsep tentang urutan kejadian. Dengan kata lain sejarah manusia dilihat sebagai sebuah proses perjalanan dalam sebuah garis waktu sejak zaman dulu, zaman sekarang dan zaman yang akan datang. Berbeda dengan masyarakat Barat, masyarakat Hindu melihat waktu sebagai sebuah siklus yang terus berulang tanpa akhir. Cara pandang terhadap waktu bukan hanya sekadar cara melihat detikan arloji pada dinding yang terus berputar tanpa henti dan menunggu komando dari setiap orang, namun waktu lebih dilihat sebagai kesempatan, uang dan karya yang terus berlangsung mengukir hidup yang tiada hentinya. Kebebasan waktu terjadi di mana orang mampu memberikan segala karya, cipta, dan karsanya bagi semua.

Berbeda juga dengan pandangan Razali Al Faruqy yang dikutip dalam banguninspirasi.com mengatakan, Kita sering mendengar bahwa waktu adalah uang, waktu adalah emas. Waktu lebih berharga dari permata. Ini merupakan pandangan bagi mereka yang mengukur waktu hanya sebatas materi saja, tapi bagi kita selaku orang mukmin lebih pantas mengatakan sebagaimana perkataan Hasan al-Banna, “waktu adalah kehidupan”. Dimana waktu merupakan awal dari segalanya. Tanpa kehidupan tidak mungkin kita memperoleh uang, tanpa hidup emas permatapun mustahil kita miliki, maka nyatalah bahwa waktu jauh lebih bernilai dari mata uang, jauh lebih berharga dari emas maupun permata. Maka, siapa saja yang menyia-nyakan waktu, berarti dia telah menyia-nyiakan masa hidupnya. Siapa saja yang sia-sia semasa masih hidup, maka tidaklah ada perbedeaan antara ia hidup ataupun mati. Sebagaimana dikatakan orang arab, “ wujud ka al- ‘adam” yang berarti, adamu bagai tiada.

Waktu adalah kata tunggal, tapi dia berperan penting di segala bidang, dia punya kontribusi besar terhadap kesuksesan dan kegagalan insane. Seorang hamba yang sukses adalah hamba yang sangat menghargai dan menjaga waktu, namun sebaliknya, manusia yang gagal adalah mereka-mereka yang tiada beda antara hidup dan mati dikarenakan menyia- nyiakan waktu yang teus bergulir disisinya.

Agama Islam sangat menjungjung tinggi nilai waktu, sehingga pepatah arab pernah menegaskan :

الَوَقْتُ سَيْفٌ فَإِنْ لَمْ تَقْطَعْهُ قَطَعَكَ "waktu bagaikan pedang maka bila engkau tidak memotongnya, niscaya dia akan memotong mu."

Bila waktu tidak kita jaga dengan baik dia akan berubah dari kawan menjadi lawan, bahkan akan menjadi musuh kejam yang akan memotong bahkan mencincang masa depan kita, tidak ada pada nya rasa setia sekecil atom pun, dia akan meninggalkan semua manusia yang tidak ikut besertanya, dia tidak akan menunggu walaupun sedetik, dia terus berjalan begitu cepat bagaikan kilat, setahun seakan-akan hanya beberapa hari saja. 

Mari kita ikat sang waktu, kita manfaatkan, kita pergunakan ia, agar selalu hidup bersama kita, menemani detik-detik perjalanan kita tanpa ada yang sia- sia guna menjemput kesuksesan dan kebahagian seumur masa, karena sang waktu adalah inspiratif.  Rabu (21/06/2017)


Posting Komentar