PPMN Luncurkan Jurnalisme Warga Petungkriyono



Pekalongan, Jawa Tengah, - Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) bersama The Asia Foundation dan Kompak melakukan  peluncuran jurnalisme warga di sejumlah desa di Pekalongan. Bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Pekalongan, Selasa 12 Juni 2017. 

Tulisan para jurnalis warga ini sudah dipraktekkan di Desa Tlogohendro, Desa Kayupuring dan Desa Yosorejo, Kurang lebih 50 jurnalis warga ini menuliskan persoalan suara warga masyarakat atas kebijakan pendidikan dan kesehatan di desa mereka.
Launching Jurnalis Warga Kabupaten Pekalongan di Bappeda

Salah satu tujuan dari program jurnalisme warga ini adalah mengajak masyarakat agar kritis terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah dalam isu hak-hak dasar masyarakat seperti hak atas pendidikan dan kesehatan, terutama bagi perempuan dan kelompok disabilitas. Dengan cara menulis maka warga diharapkan berperan aktif dalam keterbukaan informasi, keterbukaan berbicara dan berpendapat di Indonesia.

Tulisan para jurnalis warga ini kemudian diterbitkan di media cetak, media online, radio, televisi, majalah dinding dan sosial media. Untuk di Pekalongan ada beberapa tulisan sudah diterbitkan di www.suarapetungkriyono.com. 

Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan Bambang Irianto mengatakan,  bahwa kegiatan ini sebagai salah satu kegiatan yang positif dan merupakan keseimbangan program yang dilakukan oleh masyarakat. Bambang  berharap bahwa pelaksanan kegiatan ini secara seimbang,  dan nantinya bermuara pada kesejahteraan masyarakat. 

“Jurnalisme warga ini fungsinya untuk melakukan fungsi kontrol dari masyarakat yang dilakukan secara sehat, dan masyarakat harus mengekspose semua kegiatan, baik terkait persoalan di desanya maupun potensi masyarakat desa, ” terangnya. 

Lanjut Bambang, tidak semua keluhan masyarakat bisa diliput media mainstream, maka jurnalisme warga diharapkan melengkapi media yang ada di Pekalongan. Ke depan  jurnalis warga bisa memberikan banyak kontribusi untuk Petungkriyono yang daerahnya berada di paling ujung Pekalongan.

“ Jurnalisme warga harus punya fungsi syiar dan jembatan informasi masyarakat, dan justru meninggalkan pertentangan seperti ada berita-berita yang tidak bertanggungjawab. Tapi saya percaya, jurnalisme adalah media kontrol untuk pembangunan dan mempunyai visi maju ke depan dan tidak membuat gaduh, semoga berawal dari Petungkriyono, " imbuhnya. 

Sementara itu Luviana dari PPMN Jakarta mengatakan, PPMN bersama sejumlah organisasi mitra The Asia Foundation dan KOMPAK dalam program ini akan bekerja dan melakukan pemantauan kebijakan pemerintah di 12 Kabupaten di Indonesia pada tahun 2017-2018, antara lain: Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Pangkep (Sulawesi Selatan), Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Pacitan (Jawa Timur), Kabupaten Pemalang, Kabupaten Brebes dan Kabupaten Pekalongan (Jawa Tengah), Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat) dan Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Biereun dan Kabupaten Aceh Barat (Aceh). 

Para jurnalis warga kemudian melakukan pemantauan di 12 Kabupaten tersebut dan menuliskan pemantauan sekaligus hasil kebijakan pemerintah yang akan diunggah ke dalam media.

Media komunitas merupakan media alternatif di Indonesia yang hadir di tengah media mainstream yang bertumbuh secara pesat. Namun dengan kegigihannya, media komunitas kemudian mampu memberikan informasi alternatif bagi warga yang tidak didapatkan di media mainstream. Para pengelola media komunitas termasuk jurnalis warganya kemudian bekerja secara kolektif atas dasar perjuangan bagi publik.   

Jurnalis warga bersama pengelola media komunitas tersebut saat ini bekerja untuk media-media komunitas melalui siarannya di radio, televisi sekaligus melalui internet.

Dalam konteks yang lebih luas, para jurnalis warga kemudian bekerja untuk isu-isu publik seperti  berjuang bagi kelompok-kelompok marjinal hingga melakukan pemantauan kebijakan agar berperspektif publik melalui media.

Posting Komentar