Juli 2017, Usia 2-75 Tahun di Kabupaten Brebes Harus Minum Obat Filariasis



Sebuah pernyataan cukup penting dari Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr. Rudi P. Utami, M.Kes pada saat ada kegiatan pembekalan bagi 20 Relawan Kampung Keluarga Berencana di Aula DP3KB Brebes, Rabu (7 Juni 2017) mengatakan bahwa pada Bulan Juli semua penduduk di Kabupaten Brebes yang berusia 2-75 tahun pada bulan Juli 2017 akan mendapatkan obat Pencegahan Penyakit Kaki Gajah atau dalam bahasa medis filariasis. Virus ini sudah banyak menyebar di Kabupaten Brebes, hingga bulan ini sudah ada 41 warga di Brebes mengalami penyakit kaki gajah, mereka tersebar di beberapa desa antara lain Desa Rancawuluh, Sengon, Karangjunti, karangmalang, Cikeusal Kidul, Baros dan beberapa desa lainnya. 

Apa itu Penyakit kaki gajah ? 
Petugas Kesehatan (Yunita) sedang melakukan kunjungan
ke Penderita Kaki Gajah  - Foto Yunita

Penyakit kaki gajah dalam bahasa medis disebut sebagai filariasis, adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria. Cacing filaria menginfeksi penderitanya melalui gigitan nyamuk, setelah cacing dicuntikkan oleh nyamuk akan masuk ke dalam pembuluh getah bening dan kemudian berkembang biak di dalamnya. Penyakit ini bersifat kronis atau berlangsung lama secara bertahap, cacat menetap yang ditimbulkan seperti pembesaran pada kaki, lengan, dan alat kelamin terjadi bila penderitanya telah lama tidak mendapatkan pengobatan. Penyakit kaki gajah pada umumnya terdapat di wilayah tropis. 

Menurut WHO ternyata negara-negara yang terdapat di wilayah asia selatan seperti india dan bagladesh adalah negara yang memiliki banyak penderita penyakit kaki gajah, namun belakangan ini penyakit ini juga banyak bermunculan di wilayah asia tenggara seperti thailand dan indonesia.

Penyebab Penyakit Kaki Gajah ? 

Penyakit kaki gajah disebabkan oleh cacing nematoda berbentuk seperti benang yang disebut dengan cacing filaria. Ada tiga species cacing filaria yang sering menimbulkan penyakit kaki gajah yaitu : Wuchereria bancroffi Brugia malayi Brugio timori Cara penularan filariasis ini, yaitu melalui gigitan nyamuk. 

Terdapat sekitar 20 jenis lebih nyamuk yang dapat menyebarkan penyakit ini seperti nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Aedes, Mansonia, dan Armigeres sehingga siklus penyebaran dan penularan penyakit kaki gajah ini sangat cepat dan luas. Cacing filaria dapat  masuk ke dalam tubuh manusia melalui gigitan nyamuk karena cacing ini memiliki ukuran yang sangat kecil seperti benang yang sangat halus.

Bagaimana Proses Penularannya ? 

Proses Penularan Penyakit Kaki Gajah ini dimulai ketika nyamuk menggigit dan menghisap darah seseorang yang mengandung mikrofilaria didalamnya. Mikrofilaria yang ikut terhisap tersebut kemudian masuk ke rongga perut nyamuk. Mikrofilaria ini memiliki bentuk menyerupai sosis yang disebut dengan larva stadium I. Sekitar satu minggu kemudian larva ini berganti kulit, tubuhnya menjadi gemuk dan panjang yang disebut dengan larva stadium II. Pada hari kesepuluh dan seterusnya, larva berganti kulit kembali untuk yang kedua kalinya, tubuhnya menjadi panjang dan kurus yang disebut larva stadium III. larva ini sangat aktif bergerak dan mulai berpindah dari rongga perut ke kepala dan alat tusuk nyamuk. 

Larva stadium III inilah yang merupakan bentuk mikrofilaria infektif. Mikrofilaria dapat masuk ke dalam dalam tubuh manusia pada saat nyamuk menggigit kulit manusia. Mikrofilaria kemudian langsung bergerak menuju kelenjar getah bening lokal di sekitar tempat masuknya. Mikrofilaria menetap di dalam pembuluh getah bening selama sekitar sembilan bulan, kemudian mengalami dua kali pergantian kulit dan tumbuh menjadi cacing dewasa yang disebut larva stadium IV dan larva stadium V. 

Cacing filaria dewasa berada di dalam pembuluh getah bening dan menimbulkan penyumbatan pada aliran getah bening. Cacing dewasa paling sering menginfeksi kelenjar getah bening di daerah lipat paha. Sumbatan aliran getah bening pada daerah ini lah yang menimbulkan pembesaran pada kaki dan alat kelamin penderitanya sehingga menyerupai kaki gajah. Cacing dewasa dapat bertahan sampai lebih dari 10 tahun di dalam tubuh manusia, di mana pada saat itu mikrofilaria terus menerus terbentuk. 

Cacing dewasa betina dapat menghasilkan lebih dari 10.000 mikrofilaria per hari nya yang masuk ke dalam pembuluh darah dan kemudian dapat terhisap oleh nyamuk.

Seseorang yang penyakit kaki gajah diharapkan memiliki kesadaran untuk segera memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan pengobatan sehingga tidak menyebarkan penyakit ini kepada masyarakat lainnya, oleh karena itu pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya merupakan langkah pencegahan yang paling utama.

Untuk menghentikan mikro filaria secara luas, Kementerian Kesehatan mengadakan program Pemberian Obat Pencegahan Massal Filariasis (POPM). "Pengobatannya sangat mudah dengan minum DEC dan albendazole diminumnya satu kali saja, satu tahun sekali selama 5 tahun berturut-turut. Disarankan untuk tidak mengobati diri sendiri, tetap datang ke puskesmas atau RS untuk mendapatkan penanganan yang tepat, pemberian obat ini gratis. 

Ayo sukseskan program pemerintah ini, untuk pencegahan penyebaran penyakit ini. Jika anda menolak minum obat ini maka bisa menjadi masalah dikemudian hari apabila penyebaran penyakit ini terjadi pada diri anda ? 

Posting Komentar