Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera



Seorang Pejuang tangguh bidang lingkungan sekaligus Peraih Kalpataru tahun 2016 Mashadi selalu menyampaikan slogan, ajakan, himbauan bahkan perintah dan mandat untuk menjaga kelestarian lingkungan, hutan maupun alam. Dia tidak henti-hentinya mengatakan kepada setiap insan pers dan juga masyarakat banyak untuk melakukan kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas harus ada dibekal para aktivis hijau. Marilah melakukan Tindakannya lokal, tapi bisa berdampak global. Hingga kini di daerahnya sedikitnya 3 juta tanaman mangrove telah ditanam sebagai upaya untuk penanggulangan abrasi sekaligus sabuk hijau dan paru-paru dunia. Kondisi sekarang muncul banyak biota laut, munculnya potensi wisata mangrove lokal yang sangat menjanjikan, hingga dampaknya sekarang pada sektor ekonomi masyarakatpun semakin menggeliat. 
Seorang Mashadi sebagai Pejuang Tangguh,
Telah Merubah Kampungnya Menjadi Desa Ekologi

Sebuah pertanyaan yang harus terjawab sebenarnya, sebenarnya siapa sih yang harus menjaga lingkungan ? terus selama ini bagaimana mestinya menjadi aktivis hijau ? betulkah jika kita menanam akan ada hasilnya untuk peningkatan ekonomi atau kesejahteraan masyarakat. 

Jika dibedah dalam makna harfiah, maka Hutan Lestari adalah hutan yang sumber daya alamnya tetap tersedia secara terus menerus atau berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan manusia untuk saat ini dan generasi masa depan. Sedangkan pengelolaan hutan lestari adalah suatu proses pengelolaan lahan hutan yang dilakukan sedemikan rupa sehingga secara bekesinambungan dapat terus menerus memberikan produksi dan jasa serta yang bisa menimbulkan efek lingkungan dan sosial yang tidak diinginkan. Adapun istilah masyarakat madani ( civil society) merupakan wujud masyarakat yang memiliki keteraturan hidup dalam suasana perikehidupan yang mandiri, berkeadilan sosial dan sejahtera. Masyarakat madani mencerminkan tingkat kemampuan dan kemajuan masyarakat yang tinggi untuk bersikap kritis dan partisipatif dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Sejahtera menunjuk ke keadaan yang baik, kondisi manusia di mana orang-orangnya dalam keadaan makmur, dalam keadaan sehat dan damai.

Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera

Dari filosofi makna saja kita dapat menarik kesimpulan bahwa, untuk mewujudkan hutan lestari, masyarakat sejahtera maka harus ada sebuah sosok tokoh pemersatu yang bisa menjadi panutan, mereka harus kerja keras dan kerja cerdas serta kerja tuntas untuk mengelola alam yang tadinya rusak, menjadi sesuatu yang bernilai dan berdampak kepada nasib ekonomi masyarakat. sosok pemersatu ini pun harus melakukan kerja jejaring dengan civil society karena harus ditata sedemikian rupa, harus ada visi dan misi yang sama untuk mencapai target yang diharapkan, mereka juga harus kritis dan partisipatif dalam menghadapi persoalan yang ada. Kreatifitas dan juga aspek kesinambungan program pun harus dinamis dan terukur. Ada tindakan preventif, kuratif dan promotif yang harus dilakukan oleh sosok panutan ini termasuk komunitas civil society untuk memberikan upaya penyadaran kepada masyarakat yang tidak tahu menjadi mau untuk menuju target masyarakat sejahtera. 

Sebuah tindakan yang dilakukan oleh mashadi beserta komunitasnya bisa menjadi contoh konkrit pelestarian hutan lestari, ternyata mereka telah mengubah sesuatu yang awalnya tidak dilirik masyarakat, mereka cenderung apatis terhadap ajakannya dan tidak mau berpartisipasi, sekarang setelah terlihat ada keseriusan timnya, ada perhatian dari dunia usaha, ada perhatian dari perguan tinggi, ada publikasi dari insan media, dan ada perhatian serius dari pemerintah kabupaten serta pihak lain, langsung berbanding terbalik, masyarakat mulai sadar bahwa tindakan lokal berbuah manis dan menjadi pemicu mata pencaharian baru bagi masyarakat desanya.  

Para aktivis hijau pun mulai mencoba melakukan upaya-upaya konkrit yang dilakukan pejuang tangguh ini, ada yang fokus di sungai, ada yang fokus di hutan, mereka mencoba secara konkrit melakukan kerja-kerja secara terencana dan terstruktur, tapi belum bisa dikatakan berhasil menurut penulis, karena pekerjaan mereka masih membutuhkan aspek loyalitas dan kesadaran masyarakat dampingan untuk memahami substansi kerja keras mereka. 

Tanggungjawab melestarikan hutan adalah tanggungjawab bersama. Masyarakat sekitar hutan mestinya harus percaya bahwa ada nasib baik hadirnya tumbuhan disekitarnya, termasuk mereka merasakan betapa nikmatnya menghirup udara bersih, coba dibandingkan mereka yang hidup di dekat pabrik tanpa ada tanaman hijau, terasa panas dan pengab. belum lagi muncul hunian rumah dengan pola kapling yang sangat marak. 

Potret yang dilakukan mashadi dan kawan-kawannya adalah sebuah potret penanggulangan kemiskinan lewat sentuhan lingkungan, ada upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat secara keseluruh agar lebih baik, lebih menyenangkan dan mengenakkan masyarakat dari keadaan sebelumnya. 

Keberhasilan yang dilakukan ini ternyata karena ada peranan pemerintah dan masyarakatnya. Tanpa melibatkan masyakat, pemerintah tidak akan mencapai hasil pembangunan secara optimal. Masyarakat tidak hanya diperlakukan sebagai objek akan tetapi harus dilibatkan secara langsung dalam rangkaian pembangunan, seperti perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan. 

Pembangunan sosial menuju masyarakat sejahtera tidak lagi lewat pendekatan sosial yang hanya menangani korban pembangunan. Kedepan paradigma pembangunan harus menuju pemberdayaan dan perlindungan sosial, yang ditujukan pada keluarga dan penduduk secara keseluruhan. Strategi mengatasi kemiskinan dengan cara pendekatan sosial entrepreneurship yang bertumpu pada semangat kewirausahaan.

Salam lestari, semoga tulisan ini menginspirasi bagi penulis dan pembaca. Jumat Ramadhan (02/06/2017)

Posting Komentar