Ester Bappenas : Belajarlah Intervensi Stunting di Brebes

Brebes - Kasubdit Penanggulangan Kemiskinan Kementrian Bappenas Ester Fitrinika mengatakan Kabupaten Kota bisa belajar best practise tentang intervensi pencegahan stunting dengan Kabupaten Brebes. Karena di kabupaten ini sudah holostik integratif untuk program intervensinya. Data yang didapat juga lengkap, tenaga yang dilatih juga banyak, termasuk keterlibatan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), dan tokoh ulama dan peranan media dalam mendukung program intervensi gizi ini. Banyak rool model yang bisa di jadikan referensi untuk kab/kota di dalam melakukan intervensi stunting.

Diskusi Terfokus Bappenas dengan Peserta terkait Stunting
Bertempat di Aula Baperlitbangda Kabupaten Brebes, Kementrian Bappenas menyelenggarakan Fokus Group Discusion terkait intervensi stunting di Kabupaten Brebes, setelah rapat dilanjutkan dengan kunjungan ke 3 Kecamatan yang dipilih, yakni Kecamatan Wanasari, Kecamatan Bulakamba, Kecamatan Ketanggungan. 

Hadir keterwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Transmigrasi, Baperlitbangda, Koordinator PKH, Lembaga Kesehatan NU, Jurnalis warga, serta kepala puskesmas terpilih. Rabu (7/6). 

Kabid Pemsosbud Bapetlitbangda khaerul abidin, intervensi stunting dimulai tahun 2012 mendapatkan dukungan dari dana kerjasama Bappenas dengan Unicef, setelah tahun 2016 program intervensi ini telah berakhir, namun tetap dilanjutkan lewat dana apbd kabupaten. " strategi intervensi lewat koordinasi, penguatan kapasitas dan komunikasi menjadi pendekatan yang efektif program," terangnya. 

Lanjut khaerul, sejak tahun 2014 intervensi stunting di 35 desa intervensi yang tersebar di 5 Kecamatan yakni Kecamatan Wanasari, Bulakamba, Ketanggungan, Jatibarang, dan Tanjung. 

Tim Bappenas juga akan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah dengan pola sampling ke penerima sasaran program pemerintah baik sasaran keluarga miskin penerima PKH dan non PKH. (BU).

Posting Komentar