RSUD Bumiayu Harus Miliki Layanan Ponek

Brebes - Kepala Perwakilan Unicef Jawa Timur Jawa Tengah Arie Rukmantara mengatakan Pentingnya komunikasi yang  intensif antara Unicef dengan Pemerintah Kabupaten Brebes terkait masalah pemecahan Indeks Pembangunan Manusia. Dia mengusulkan agar Pemda Brebes melakukan Forum Diskusi Terfokus (kampanye satu tema) untuk menemukan ide yang konkrit dan mencari sumber daya yang dibutuhkan,  Pihaknya siap  untuk mendukung program upaya penanganan terhadap isu anak dan perempuan. 

Demikian disampaikan Arie dihadapan pimpinan organisasi pemerintah daerah (OPD) di pendopo Kabupaten Brebes. Selasa (9/05). 
Kunjungan Kepala Perwakilan Unicef Jawa Timur Jawa Tengah

Sementara itu Spesialis Health Unicef dr. Karina menjelaskan, pentingnya pemahaman siklus hidup dimulai dari ibu, jika seorang ibu saat melahirkan meninggal, maka anak yang dilahirkan akan kasihan, baik harapan hidupnya maupun nasib masa depannya. 

Perwakilan dari Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro  Sutopo mengatakan, Undip digandeng unicef untuk di bantu Brebes pada laboratorium kesehatan ibu dan anak sejak tahun 2010, dan diharapkan untuk membantu juga kajian ponek dan poned dalam kurun waktu tujuh tahun. 

 " Perkembangan infrastruktur di layanan medis dinilai mengalami peningkatan, namun untuk  layanan dan perbaikan prosedur perlu penataan secara bermutu, RSUD Bumiayu perlu dibuka layanan Ponek 24 jam, lalu memfungsikan kerja dokter SpOGnya agar ada komitmen yang kuat untuk kerjanya, perlu ada dokter anestesi dan dokter anak. Kajian kami masih banyak rujukan ibu hamil ke banyumas, sisi rupiah sebenarnya kita rugi, karena tidak berfungsi ponex di bumiayu," ungkapnya.  

Sutopo menjelaskan, hasil kajian undip terkait Rumah Sakit mestinya disegerakan rujukan dan serius untuk menghadirkan 3 dokter tersebut. " Teknis diserahkan ke Pihak Pemkab, agar supaya ditindaklanjuti kondisi temuan kajian Undip  yakni Keberadaan RSUD Bumiayu untuk ada Ponek 24 jam," imbuhnya. 

Ponek adalah pelayanan obstetri neonatal esensial / emergensi komperhensif. Tujuan utama mampu menyelamatkan ibu dan anak baru lahir melelui program rujukan berencana dalam satu wilayah kabupaten kotamadya atau provinsi. 

Tanggapan atas permintaan ini, Asisten 2 Setda Kabupaten Brebes Ir. Iqbal akan segera mengambil langkah-langkah serius, pihaknya merasa malu karena ada 10 ibu hamil selama lima bulan sudah meninggal, padahal masih tujuh bulan lagi. 

 " Sementara ini kita fokus pada  infrastruktur, kita harus perlu koordinasi intens, kita malu binget jika selalu diumumkan, harus fokus dan jalan sasaran, contoh bagus kaya desa kaligiri, mau rela menyumbangkan mobil pribadi untuk menyelamatkan ibu hamil bisr tidak meninggal," terangnya. 

Lanjut iqbal, bidang Keluarga Berencana juga memiliki peran yang penting untuk mengendalikan penduduk. " data kehamilan ibu tiap tahun kisaran 30 ribu artinya tiap tahun ada kenaikan, artinya setiap tahun ada penambahan penduduk, bukan menurun tapi naik terus," imbuhnya. 

Selanjutnya, Kepala Dinas Kesehatan  dr. H. Sri Gunadi, M.Kes menyambut baik pertemuan ini, pihaknya sebenarnya sudah berupaya semaksimal ini. " Semua persalinan normal sudah di lakukan di puskesmas, jika tidak normal harus rujukan ke Rumah Sakit, ada tindakan promotif yakni pelibatan masyarakat seperti ada kyai dan nyai yang dilibatkan, ada Kelompok Ibu Sehat Sehati, dan kelompok peduli kesehatan yang lain, termasuk adanya forum masyarakat madani (FMM) fokus di kesehatan ibu dan anak. (BU)

Posting Komentar