Pentingnya Posyandu Sebagai Pondasi Kuat Kesehatan

Siapa yang tidak kenal dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di setiap desa. Program ini sudah puluhan tahun mengakar kuat bahkan semua desa dipastikan mengalokasikan anggaran desanya untuk posyandu ini. Besarannya tidaklah sama tergantung komitmen yang disepakati dalam musyawarah desa.  Sejatinya mereka yang telah berkiprah dalam memperkuat pondasi kesehatan dasar di desa ini merupakan bukti betapa tylusnya perjuangan ibu yang mengharapkan tumbuh kembang generasi masa depan bangsa ini menjadi generasi yang sehat, ceria dan berakhlaqul karimah.

Hadirnya posyandu dianggap salah satu pondasi yang kuat dan ada aspek kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas terutama pada aspek kesehatan. Mereka harus bertugas dan dibekali untuk menilai pertumbuhan dan perkembangan kesehatan ibu dan balita lewat buku kesehatan ibu dan anak. Bukti fisik inilah menjadi track record bagi status ibu hamil dan anak hingga 5 tahun. 

Sasaran kesehatan di posyandu ini  dimulai dalam kandungan, hingga menyelesaikan masa anak-anak terutama sampai umur 5 tahun (balita). Masa ini sampai anak memasui usia sekolah dinamakan dengan golden period atau usia emas, yang terjadi hanya sekali dan tidak terulang lagi. Di usia ini pondasi karakter dan kesehatan anak dibentuk dengan
Layanan Posyandu Pondasi Kuat Kesehatan di Desa
pola asuh dan pola konsumsi yang diberikan orang tuanya. inilah dasar kenapa Pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia ini sangat penting diperhatikan oleh orang tua. 

Posyandu sebagai basis dasar kesehatan merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM) yang awalnya didirikan sebagai upaya pembangunan kesehatan masyarakat desa yang terintegrasi pada tahun 1986 dengan 5 (lima) kegiatan yaitu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Imunisasi Gizi dan Penanggulangan Diare (Depkes RI, 2006). Kegiatan posyandu juga memberikan perlindungan terhadap kesehatan anak sejak di dalam kandungan.

Program kegiatan Kesehatan Ibu dan Anak di Posyandu dimulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil yang akan berpengaruh terhadap kesehatan calon bayi di rahimnya. Seorang ibu hamil dan balita dibawa ke posyandu mereka akan mendapatkan layanan berupa penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah, pemberian tablet zat besi, pemeriksaan tekanan darah dan pemberian imunisasi tetanus toxoid (TT) serta pemeriksaan usia kehamilan. Kepada ibu hamil juga diberikan penyuluhan tentang tanda bahaya pada ibu hamil, persiapan persalinan, persiapan menyusui, gizi, pola makan ibu hamil, senam ibu hamil, perawatan bayi baru lahir, perawatan payudara, pemberian ASI dan keluarga berencana (KB).

Mengingat betapa mulia para penggerak posyandu dan juga pada aspek kelembagaan posyandu sudah saatnya mereka diberikan peningkatan kapasitas dan dukungan fasilitas yang memadai, faktanya masih banyak posyandu yang masih bertempat dirumah penduduk, fasilitas yang ada pun hanya terbatas, belum lagi mereka yang rutin menggerakan posyandu (kader) terkesan hanya mendapatkan pengganti transport yang tidaklah cukup memadai jika di akumulasi dalam satu tahun. Kalau memang posyandu diakui sebagai layanan kesehatan maka sudah saatnya desa melalui dana desanya mengalokasikan yang ideal untuk nasib terbaik bagi ibu hamil dan anak ini.

Semoga ke depan ada komitmen yang kuat untuk keberpihakan kepada layanan dasar ini  ( Sebuah  atatan inspirasi sore, Kamis (18/05).




Posting Komentar