Pengabdian Tanpa Batas

Pengabdian adalah perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang berupa pikiran, tenaga, maupun pendapat sebagai perwujudan dari rasa kasih sayang, hormat menghormati, dan ada ikatan yang kuat untuk mewujudkannya dengan modal ikhlas berbagi bersama. 

Sebuah pengabdian akan berhasil diawali dari proses, tidaklah instan, atau bahasa jawanya ujug-ujug (tiba-tiba). Pengabdian butuh pengorbanan baik itu waktu, tenaga dan juga pikiran. Mereka merasakan nikmat dari melakukan pengabdian dapat dirasakan dari kepuasan batinnya. Raut wajah dan perasaan akan terbawa saat obyek pengabdiannya berhasil dan berhasil, artinya bisa dinikmati atau dirasakan dampaknya. 
tanpa batas
Bentuk Transparansi Pengabdian

Pengabdian pun butuh niat, seseorang dalam melakukan usaha untuk berbagi bersama harus didasari niat untuk mengabdi, bukan niat untuk mencari bilangan pembagi atau berhitung untung rugi.

Niat ini harus di gerakkan dan di wujudkan dalam tindakan yang nyata. Niat yang tulus untuk mengabdi dengan niat yang ada pamrih hasilnya akan berbeda jauh baik dari kualitas maupun kuantitas hasilnya. Seseorang yang mengabdi ingin mendapatkan pamrih seperti rasa ingin kekuasaan, ingin dihormati dan ingin dihargai maupun disanjung-sanjung itu berbeda dengan seseorang yang mengabdikan ilmunya dan tenaganya dengan ikhlas beramal. 

Sebuah pengabdian juga butuh kerjasama. Tim yang solid dan kuat menjadikan masalah yang besar bisa terpecahkan, mereka akan melakukan upaya nyata secara step by step dalam mengambil solusi alternatif. Tim juga harus memiliki goal yang sama, saling menghargai dan tidak saling menjegal dalam mencapai target. Terkadang disinilah muncul seni dan strategi yang unik terkadang juga menggelitik. Tim harus terbangun dari rasa asah, asih, asuh. Mereka harus mencurahkan ilmu, tenaga, waktu dan juga materi termasuk mau dan mampu memenej situasi yang emergency. 

Pengabdian harus selalu di monitor. Keberhasilan dalam merubah sesuatu harus pula di awasi dan juga di motivasi obyek dimana mereka lakukan. Sebelum sasaran tercapai maksud dan tujuan, mereka harus diajak untuk selalu komunikatif. Bila ada masalah atau saluran yang tersumbat maka segera mungkin di pecahkan secara bertahap dan jangan dibiarkan berlarut-larut dibiarkan, pada akhirnya waktu dan kesempatan untuk melangkah menjadi tidak optimal dalam mencapai kesuksesan. (Inspiratif pagi Bahrul Ulum)


Posting Komentar