Menjalin Tali Silaturrahim Membawa Berkah


Ingin hidup berkah dan barokah, maka perbanyaklah melakukan ikatan silaturahim. Membina hubungan antar sesama—atau dalam bahasa Islamnya adalah silaturrahim maka ia bisa membuat rezeki seseorang menjadi bertambah luas dan memperpanjang usia, sesuai dengan hadist HR Bukhori yang menerangkan Siapa yang ingin rezekinya diperluas dan umurnya panjang maka hendaknya ia bersilaturrahmi.

Makna Silaturahim berasal dari bahasa Arab, ‘sillah ar-rahim’ (Shillah), artinya hubungan rahim; tali kasih sayang. Jadi kata ‘silaturahim’ ini merujuk pada hubungan kekeluargaan. Ikatan janin, ikatan darah daging. Kata silah itu bersandar pada kata ‘silah’ (shillah), hubungan, tali. Sementara ar-rahim dan ar-rahm, ini memang ada dua bentuk nomina. Yang dimaksud bentuk nomina itu, bentuk kata benda. Kata-kata yang merujuk pada bentuk suatu benda.

Silaturahim bersama CFO Unicef Arie Rahantara (9/5/2017)
Perbedaan kata rahim dan rahmi. Rahim merujuk pada ‘tempat janin’. Sementara ‘rahmi’ terserap dari ‘ar-rahm’, kasih sayang. Ada hadis Nabi: Barang siapa yang ingin dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya hendaklah menghubungkan rahimnya (bersilaturahim). Bahkan Nabi sangat keras bagi orang yang memutuskan hubungan: Tidak akan masuk surga pemutus (silaturahim).

Dari Abu Ayyub Al Anshari radliallahu ‘anhu bahwa seorang laki-laki berkata; "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkanku ke surga." Orang-orang pun berkata; "Ada apa dengan orang ini, ada apa dengan orang ini." Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Biarkanlah urusan orang ini." Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melanjutkan sabdanya: "Kamu beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya, menegakkan shalat, dan membayar zakat serta menjalin tali silaturrahim." Abu Ayyub berkata; "Ketika itu beliau berada di atas kendaraannya." (HR. Bukhari)

Mereka yang memiliki teman atau kerabat dan termasuk loman kepada orang lain maka hidupnya akan bertambah rezekinya, dan ketika mereka yang hobinya memutuskan hubungan sesama manusia, maka nikmat yang diberikan allah kepada hambanya sedikit demi sedikit sudah berkurang. 

Hubungan baik dan juga menjaga etika saat bergaul juga menjadikan trust (kepercayaan) seseorang kepada kita semakin tinggi, namun berbeda jika kita memiliki sikap menjauhi ataupun selalu berbuat jelek atau buruk kepada orang lain maka secara berangsur kepercayaan orang kepada kita menjadi melemah. 

Ada sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1970 an oleh seorang sosiolog Harvard bernama Mark Granovetter tentang cara atau bagaimana orang mendapatkan pekerjaan. Hasil penelitian tersebut menemukan bahwa mayoritas orang mendapat pekerjaan berdasarkan koneksi pribadi. Jadi bisa disimpulkan karena koneksi atau hubungan silaturrahmi itulah seseorang mendapatkan pekerjaan.

Marilah kita jadikan tali persaudaraan sesama untuk diperkuat supaya mendapatkan nikmat yang tidak terhitung, selama bergaul jangan ada dendam kusumat yang terjadi, semua masalah pasti ada solusi asal kita mau untuk memecahkannya, semoga tulisan ini menginspirasi bagi penulis sendiri dan juga pembaca tulisan ini. (catatan siang hari Bahrul Ulum)

Posting Komentar