Makna Ngraketake Sedulure Dewek


Terbesit dalam jiwa penulis ada sebuah kata-kata yang unik yang disampaikan oleh seorang politisi salah satu partai, disaat ketemu dengan orang yang mungkin jarang ketemu, tetapi suatu saat ditemukan dalam satu lokasi yang sama, dimana mereka diwaktu dan jam yang sama bertemu. seorang politisi dengan bahasa tubuh dan gaya lisannya langsung mengucapkan, nyuwun sewu saking pundi gih... dijawab kulo saking Krakahan Tanjung Pak, oh tepang kalih piyantun asmanipun mr. K, dijawab niku taksih sedulur kulo pak, lalu sang politisi dengan respon cepat mengucapkan ooo jebule sampeyan Sedulure Dewek. 

Ada sebuah gaya komunikasi lisan yang terkandung maksud dengan ucapan tersebut. Ternyata bahasa yang sederhana, tapi mengandung makna yang luar biasa. seorang politisi tadi tampak tidak ada gap/perbedaan antara dirinya dengan orang yang ditemuinya, sebuah makna komunikasi persaudaraan yang luar biasa.
Berjabat Tangan Makna Ngaketake Sedulure Dewek (Persaudaraan)

Bahasa yang diucapkan politisi ini terkandung maksud menurut syariat islam namanya ukhuwah islamiyah, artinya ada tali Persaudaraan Islam, dimana ada kekuatan iman dan spiritual yang dikaruniakan Allaah kepada hamba-Nya yang beriman dan bertakwa yang menumbuhkan perasaan kasih sayang, persaudaraan, kemuliaan, dan rasa saling percaya terhadap saudara seakidah.

Sejatinya menurut ejaan bahasa Indonesia kata sedulur artinya sama dengan saudara. Ketika kata ini diberi tambahan satu kata lagi, maka muncullah dwikata: saudara kandung, saudara sepupu, saudara jauh. Semuanya merujuk adanya suatu hubungan. Suatu keterikatan yang terjadi karena sebab-sebab tertentu. 

Pertanyaan yang kemudian muncul: bagaimana dengan orang lain yang tidak memiliki ikatan tertentu dengan kita, masihkah mereka itu kita sebut sebagai sedulur? Sejatinya, kita semua adalah sedulur. Tanpa memandang apakah kita memiliki ikatan atau tidak. Mengapa? Karena kita berasal dari zat yang sama dan diciptakan oleh Tuhan yang sama. 

Lalu, mengapa kenyataan yang terpapar di hadapan kita justru sebaliknya? Perselisihan, pertentangan, pertengkaran, hingga saling bunuh, seolah menjadi menu wajib yang terjadi setiap hari. Semua ini ada karena kita tidak lagi saling menghargai. Kita cenderung mengganggap orang lain sebagai saingan. Sebagai pihak yang harus selalu dikalahkan. 

Dalam ilmu komunikasi makna sedulure dewek, adalah persaudaraan dalam kebersamaan, biasanya mereka mengenal dengan istilah family gathering, artinya sedulure dewek itu dikandung maksud lebih kenal, lebih dekat, keduanya saling menyapa dan saling berinteraksi dalam mengungkapkan maksud dan tujuan, mereka tidak ada gap/perbedaan antara seorang petinggi dengan rakyatnya, hubungan mereka benar-benar akrab dan tidak bernilai politis. 

Jika sedulure dewek/persaudaraan dalam kontek religi mengandung maksud kita ini saudara se aqidah dan harus memiliki rasa kasih sayang, rasa hormat menghormat, dan ada hubungan antara manusia. Dalam  Alquran surat Al Hujarat disebutkan orang-orang mu’min yang kaya maupun yang miskin adalah sesama saudara, sebagaimana difirmankan oleh Allah swt.: 
“Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara.” (Al-Hujurat 10) 

Arti persaudaraan tersebut ialah bahwa yang kuat menolong yang lemah yang kaya mengasihani yang miskin dan yang berdaya serta bertenaga membantu yang sudah tidak berdaya dan tak bertenaga. 

Semoga tulisan pagi tentang ngraketake sedulure dewek (persaudaraan) yang terucapkan dalam pertemuan antara politisi dengan warganya ini bisa berbekas dan bermakna. Catatan pagi dari inspirasi minggu siang di Obyek Wisata Pandansari. Senin (22/05). 

Posting Komentar