Kupat Sate Blengong Khas Kuliner Makanan Brebes


Brebes (penaulum.com) - Beberapa media online dan cetak serta elektronik berskala lokal, regional, dan nasional, telah meliput dan mempublikasikan sensasi kuliner kupat sate blengong sebagai icon makanan kuliner terpavorit dan menjadi rujukan bagi para penikmat kuliner yang sudah berada di kota Brebes, segeralah datang cicipi kupat sate blengong Bapak Kasturi Rajak, yang berada di Perempatan Islamic Centre Pasarbatang Brebes.

Puluhan tahun usaha ini telah dirintis hingga kini masih berjualan. Usaha yang dirintis ini berawal dari Kakeknya Kasturi Rajak hingga sekarang sudah turun temurun ke anaknya, bahkan keturunanya sudah membuka cabang usaha kupat blengong ini dibeberapa tempat, seperti yang ada juga di Pojok Alun-alun Brebes sebelah selatan dekat Lembaga Pemasyarakatan (LP), antara pusat dan cabang tetap rasanya sama baik itu rasa bumbunya, rasa kupatnya dan cara model penyajiannya.
Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak Islamic Centre

Sebenarnya blengong adalah hewan hasil perkawinan antara bebek dan mentok (entok). Jangan repot memikirkan rupa hewannya seperti apa, yang pasti saat dimasak daging blengong sungguh nikmat! Teksturnya mirip bebek yang memiliki serat, tapi lebih lunak dan lembut saat dikunyah. Memakan daging blengong memberi sensasi baru dari segi tekstur rasa.

"Usaha ini sudah dari zaman kakek saya namanya Rajak, turun ke bapak saya namanya Kasturi. Sudah 40 tahun," ungkap Akhmad Kurniawan, generasi ketiga penerus usaha Kupat Sate Blengong. Rabu (24/05/2017).

Menurut Akhmad, daging blengong sebenarnya sama sepeti daging bebek yang agak alot dan dapat berbau jika tak diolah dengan tepat. Daging blengong yang dia olah dimasak dua kali. Satu kali memasak menghabiskan waktu 2,5 jam. Inilah jawaban mengapa daging sate blengong di sini sungguh lembut.

Untuk harga, sate blengong bakar dibanderol Rp 60.000 per satu kodi (20 tusuk). Sedangkan sate blengong masak dibanderol Rp 6.000 per tusuk, dan seporsi kupat dihargai Rp 12.000. Sate Kupat Blengong Bapak Kasturi Rajak dibuka dari jam 12 siang sampai habis. Jika ingin menyantap sate bakar di Kupat Sate Blengong Bapak Kasturi Rajak, datanglah lebih awal, sebab menjelang magrib biasanya mau habis. 

Salah satu tamu dari Kemendes Jakarta Cintya, sengaja ingin mencicipi kuliner khas Kupat Blengong ini. " Memang rasanya beda, dan benar-benar tidak ada duanya, rasa kupatnya juga berbeda dengan kupat di daerah lain seperti kupat banjar di kalimantan selatan, belum lagi lihat bentuk sate blengong, panjang dan gurih serta empuh, " tuturnya. 

Cintya siap bantu promosikan lewat media sosial dan ini pertama kali dirinya menikmati sensasi kuliner yang membikin ketagihan, dan saat berkunjung ke Brebes akan datang kembali untuk berkunjung ke kupat sate blengon ini. (BU)

Posting Komentar