Hidup Harus Mengolah Bukan Mengadu


Hidup itu bukan mengeluh dan mengadu tapi dalam hidup kita harus mengolah, demikian yang disampaikan oleh kang Bambang salah satu tokoh pegiat kampung kreatif dari kota kembang Bandung saat berdiskusi dengan mahasiswanya di salah satu kedai kopi di Tamansari. Hidup juga perjuangan karena kita akan melihat bahwa hidup adalah sebuah perjuangan yang harus di perjuangkan.

Hidup juga sebuah pilihan. Dan kita harus berani menentukan apa yang kita inginkan dengan pilihan yang dihadapkan. Antara sesuai dengan hati dan pikiran atau yang bertentangan dengan hati nurani. Dan itulah resiko yang harus kita pilih dimana kita tengah dihadapkan oleh beberapa pilihan. Bukan hanya yang baik namun juga yang buruk. Maka kita harus memilih segala sesuatu yang membuat pikiran kita ragu-ragu.
Semangat Pagi,  Arungi Hidup Agar Bermakna dan Berbagi

Demikianlah kehidupan manusia di dunia. Mereka tidak lepas dari tiga hal ini: mendapat kesenangan, menghadapi kesulitan dan terjatuh dalam kesalahan. Dan pada masing-masing dari ketiganya ada ujian (tuntutan) yang harus diselesaikan. Mereka dituntut untuk bersyukur jika mendapatkan kesenangan, harus bersabar jika menghadapi kesulitan, dan senantiasa bertobat meminta ampun atas kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan. Begitulah seterusnya hingga mereka kembali kepada Allah, Rabb yang akan membangkitkan, memperhitungkan, dan memberi mereka balasan.

manusia diciptakan oleh Allah dan diberi kesempatan hidup di bumi untuk diuji. Manakah di antara mereka yang taat kepada penciptanya dan mana yang menuruti hawa nafsunya? Allah ta’ala berfirman, إِنَّا خَلَقْنَا الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَاهُ سَمِيعاً بَصِيراً
“Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur. Kami hendak mengujinya [dengan perintah dan larangan]. Karena itu, kami jadikan dia mendengar dan melihat.” (QS. Al Insan: 2)

Hidup adalah sebuah kesempatan untuk kita berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mencapai kebahagiaa, sehingga janganlah kita ini mengeluh dan mengadu disaat hidup, tetapi kita harus mengolah hidup ini menjadi pundi-pundi amal kebaikan menuju kebahagiaan. Adanya kesulitan, ujian, maupun kesenangan saat kita mengarungi kehidupan ini, itu makna kita ini sedang berada pada sebuah pilihan. Kita harus lebih inspiratif,kreatif,dan inovatif dalam menyikapi kompetisi hidup seperti sekarang ini. Kita tidak boleh berpangku tangan, karena nasib kita berada pada tangan kita sendiri. Ingatlah firman Allah, bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika mereka tidak mau untuk merubahnya sendiri. 

Semoga inspirasi pagi ini membuat penulis penuh semangat untuk mengarungi bahtera hidup dimana kompetisi maupun pilihan menjadi modal kuat untuk menentukan sikap yang tepat. (catatan pagi bahrul ulum)

Posting Komentar