Cegah Korban Perdagangan Orang (Human Trafficking)

Brebes - Indonesia menjadi sumber tempat transit dan penerima trafficking. Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Timur jadi sending area terbesar, korban trafficking rata-rata adalah perempuan dan anak," Katanya Jamaludin Pegiat Isu Buruh dan Tenaga Kerja Indonesia pada Pertemuan Penyusunan Standar Operational Prosedur Pelayanan Terpadu Bagi Saksi dan/atau Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Grand Dian Hotel Brebes, Jumat (05/05/2017).
Para Peserta Diskusi Standar Operasional Prosedur TPPO

Jamaludin menjelaskan, meski sudah ada peraturan perundangan namun korban perdagangan orang makin banyak sebab kurangnya koordinasi. Selain itu, pembuktian kasus perdagangan orang itu sangat sulit diungkap di pengadilan. Sehingga untuk pembuktiannya perlu kerja sama banyak pihak. 

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Kabupaten Brebes Rini Puji Astuti mengatakan, pertemuan ini menjadi momentum yang baik, terutama untuk mensinergikan para pemerhati anak, perempuan dan juga pemberi layanan ketika ada korban TPPO. " Masukan para peserta ini nantinya untuk memperbaiki prosedur dan juga untuk menyempurnakan SOP di tingkat nasional," ungkapnya. 

Peserta berharap bahwa perlu ada tindak lanjut terkait masalah komisi perlindungan tenaga kerja Indonesia di Kabupaten Brebes, pasalnya dalam amanat Perda No. 3 tahun 2013 sudah ada amanat yang tercantum pada regulasi tersebut. Mestinya Pemerintah Kabupaten Brebes harus membuat regulasi peraturan bupati (perbup)  sekaligus mempercepat berdirinya komisi perlindungan TKI. 

Disepakati pada pertemuan tersebut, ada beberapa desa yang akan dirintis peraturan desa terkait masalah tenaga kerja ke luar negeri ini. ( Reporter Bahrul Ulum)

Posting Komentar