Belajar itu Bingung bukan Pusing


Bingung adalah tanda saat kita akan naik tingkat, akan memperoleh ilmu ditingkat selanjutnya. Saat belajar kita ini harus bingung, bingung adalah proses menuju tangga keilmuan selanjutnya. Sehingga bingung merupakan adalah condition yang pasti akan dilalui dan didalamnya ada 2 pilihan: 1. memilih untuk berhenti atau 2. berfikir untuk mencari jalan kebingungan.
Diskusi bersama jaringan Mahasiswa Bandung di Kedai Kopi Yellow Truck 

Karena bingung adalah awal dari sebuah pengetahuan, Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Seseorang yang sedang belajar harus melalui proses tukar menukar pengetahuan, jangan merasa takut ketemu permasalahan yang sulit disaat anda belajar, setiap ada kesulitan mesti ada kemudahan. 

Sedangkan pengertian pusing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan rasa lemas atau lengah hingga rasa lemah atau goyah. Pusing yang menciptakan perasaan bahwa anda atau keadaan sekitar anda berputar-putar atau bergerak disebut vertigo. Saat anda pusing saat belajar atau jenuh terlalu lama, maka berhentilah sejenak. Lakukan refresing untuk otak anda sejenak.  Karena segala sesuatu yang berlebihan memang tidak baik. Jika anda paksakan maka pelajaran yang anda pelajari tidak akan masuk otak.

Dengan belajar inilah perbedaan manusia dengan makhluk Allah lainnya, Karena dengan belajar manusia diharapkan dapat mencapai kesempurnaan insani yang luar biasa. Dimana Allah menganugerahkan akal kepada manusia untuk berfikir dan menjadi pemimpin di dunia (khalifatullah fil ardh). 

Dalam Alquran ada penjelasan tentang belajar, QS al-‘Alaq ayat 1-5 menerangkan (1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (3) Bacalah, dan Tuhanmu adalah Maha Pemurah. (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (alat tulis) (5) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Makna Ayat ini adalah bukti bahwa Al Qur’an memandang belajar sebagai hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Dimana kegiatan ini dapat berupa menelaah, menyampaikan, mencari, mengkaji dan meneliti. 

Semoga inspirasi penulis pada siang hari di kedai kopi yellow truck kota kembang menjadikan penulis terus ingin belajar menuju kesuksesan. Makna bingung disini dianggap penasaran ingin mencari sesuatu, setiap kebingungan mesti ada ada jawaban nantinya. (Note Bahrul Ulum) 

Posting Komentar