Aktivitas Rutin Pengajian Ibu-Ibu Pondasi Kuat Bagi Umat

Brebes - Salah satu kebutuhan manusia adalah menuntut ilmu untuk menjadi orang yang pandai dan sukses, demikian juga dengan seseorang ingin mendalami ilmu agama dan hubungan interaksi masyarakat yang islami, maka ia harus melakukan aktivitas yang dapat mewujudkannya keinginan tersebut. Mereka harus membaca buku agama, mengikuti pengajian, melakukan diskusi tentang keagamaan dan kemasyarakatan, termasuk mengkaji norma-norma ajaran islam tentang hubungan sesama manusia.
Pengajian Ibu Fatayat NU di Larangan

Aktivitas pengajian rutin yang dilakukan ibu di lingkungan Dusun maupun Desa hampir menyeluruh dan itu tidak pernah berhenti selama 7 hari, baik itu pengajian senenan, selasanan, raboan, kamisan, jumatan, sabtunan, maupun mingguan, mereka yang hadir haus akan ilmu dan juga siraman rohani. mereka saling berinteraksi antara sesama warga, inilah pondasi kuat bagi umat muslim Indonesia. 

Ada nilai yang tersirat pada aktivitas rutinitas ini, di dalamnya mereka mendapatkan materi dakwah dari seorang ulama, ada nilai tabligh, ada wasiat amar ma'ruf nahi mungkar, ada uraian hikmah tombo ati, ada juga unsur tarbiyah, dan juga seruan untuk mempelajari dan mengamalkan perintah yang sudah ada aturannya.

Sisi dakwah tampak terlihat ada upaya menyerukan dan menyampaikan kepada perorangan dan seluruh umat tentang tujuan hidup di dunia ini, ulama menyampaikan amar ma'ruf nahi mungkar, bahkan sering kali membimbing caranya budi pekerti, termasuk bagaimana mereka harus saling hormat menghormati, mencintai sesama manusia dan juga rasa kepedulian kepada umat.

Seorang pendakwah juga sering mengajak, menyeru, mempengaruhi agar berpegang teguh pada ajaran Allah untuk mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat, hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam surat An Nahl ayat 125, serulah (manusia) kepada jalan tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. termasuk ada juga perintah dalam hadits HR Bukhari yang menyatakan sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat.

Inilah dasar kenapa setiap muslim laki dan perempuan yang baligh dan berakal dimanapun dan kapanpun ia berada untuk merasa bertanggungjawab melanggengkan aktivitas pengajian di setiap waktu.

Semoga realitas yang ada di muka bumi ini dengan rutinitas pengajian yang dilakukan bisa mewarnai, dan menjadi soko guru iman dan ilmu bagi para umat muslim dalam mencari ketentraman hidup sekaligus siraman rohani umat. ( Catatan Kecil Bahrul Ulum)

Posting Komentar